Rabu, 21 Oktober 2026
01:27 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Udang Beras

Udang Beras

Bagikan:
330px-Yamatonuma-Garnele_Caridina_japonica_060311_6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Udang beras.

Udang beras merupakan salah satu jenis udang kecil yang termasuk dalam keluarga udang caridina.[1][1][2] Udang beras biasanya hidup di air payau dan memiliki ciri tubuh panjang sekitar tiga centi meter.[1] Selain itu udang beras biasanya memiliki ciri-ciri seperti kerucut kepala panjang melebihi kepala, memiliki warna tubuh kuning jingga, memiliki bulu di ujung sepit dan biasanya hidup pada habitat di sungai ataupun danau.[1][3] Udang beras memiliki nama lain atau nama ilmiah yaitu caridina gracillirostris.[1] Udang beras merupakan salah satu jenis udang air tawar yang cukup potensial untuk dibudidayakan.[1] Di wilayah perairan Indonesia udang beras menjadi salah satu jenis udang yang cukup banyak ditemukan.[1] Udang beras berbeda dengan jenis udang lainnya seperti udang ragang atau nama lain macrobrachium sintangense perbedaan yang terlihat dari kedua jenis udang ini seperti ukuran tubuh udang beras yang lebih kecil serta warna udang beras yang lebih menonjol yaitu warna kuning-jingga.[1] Udang beras merupakan salah satu jenis udang yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bambang Agus Murtidjo.BUDIDAYA UDANG GALAH, Sistem Monokultur.Penerbit:Kanisius.22
  2. ↑ Kateglo: udang beras
  3. ↑ Kamus besar: udang beras


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan