Sabtu, 31 Oktober 2026
10:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Udang Beras

Udang Beras

Bagikan:
330px-Yamatonuma-Garnele_Caridina_japonica_060311_6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Udang beras.

Udang beras merupakan salah satu jenis udang kecil yang termasuk dalam keluarga udang caridina.[1][1][2] Udang beras biasanya hidup di air payau dan memiliki ciri tubuh panjang sekitar tiga centi meter.[1] Selain itu udang beras biasanya memiliki ciri-ciri seperti kerucut kepala panjang melebihi kepala, memiliki warna tubuh kuning jingga, memiliki bulu di ujung sepit dan biasanya hidup pada habitat di sungai ataupun danau.[1][3] Udang beras memiliki nama lain atau nama ilmiah yaitu caridina gracillirostris.[1] Udang beras merupakan salah satu jenis udang air tawar yang cukup potensial untuk dibudidayakan.[1] Di wilayah perairan Indonesia udang beras menjadi salah satu jenis udang yang cukup banyak ditemukan.[1] Udang beras berbeda dengan jenis udang lainnya seperti udang ragang atau nama lain macrobrachium sintangense perbedaan yang terlihat dari kedua jenis udang ini seperti ukuran tubuh udang beras yang lebih kecil serta warna udang beras yang lebih menonjol yaitu warna kuning-jingga.[1] Udang beras merupakan salah satu jenis udang yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bambang Agus Murtidjo.BUDIDAYA UDANG GALAH, Sistem Monokultur.Penerbit:Kanisius.22
  2. ↑ Kateglo: udang beras
  3. ↑ Kamus besar: udang beras


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan