Sabtu, 17 Oktober 2026
17:09 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Tumbilo tohe

Tumbilo tohe

Bagikan:
Tumbila tohe
250px-Alikusu_Tumbilo_Tohe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dirayakan olehMelayu Gorontalo
JenisKebudayaan, Islam
Mulai27 Ramadan
Berakhir29 atau 30 Ramadan

Tumbila tohe adalah perayaan berupa memasang lampu di halaman rumah-rumah penduduk dan di jalan-jalan terutama jalan menuju masjid yang menandakan berakhirnya Ramadan di Gorontalo.[1] Perayaan ini dilakukan pada 3 malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri. Pemasangan lampu dimulai sejak waktu magrib sampai menjelang subuh.[1][2]

Etimologi

Tumbilo tohe berasal dari bahasa Gorontalo, yaitu tumbilo dan tohe. Tumbilo artinya memasang, dan tohe artinya lampu.[3] Tradisi seperti ini merupakan tradisi daerah yang bersuku bangsa Melayu, tetapi dengan nama yang berbeda.

Sejarah

330px-Tumbilotohe-Tradisi_Masyarakat_Gorontalo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Tumbilotohe-Tradisi_Masyarakat_Gorontalo2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Tradisi ini diperkirakan sudah berlangsung sejak abad ke-15. Ketika itu penerangan masih berupa wango-wango, yaitu alat penerangan yang terbuat dari wamuta atau seludang yang dihaluskan dan diruncingkan, kemudian dibakar. Tahun-tahun berikutnya, alat penerangan mulai menggunakan tohe tutu atau damar yaitu semacam getah padat yang akan menyala cukup lama ketika dibakar. Berkembang lagi dengan memakai lampu yang menggunakan sumbu dari kapas dan minyak kelapa, dengan menggunakan wadah seperti kima, sejenis kerang, dan pepaya yang dipotong dua, dan disebut padamala.

Seiring dengan perkembangan zaman, maka bahan lampu buat penerangan di ganti minyak tanah hingga sekarang ini. Bahkan untuk lebih menyemarakkan tradisi ini sering ditambahkan dengan ribuan lampu listrik.

Tumbilo tohe, pateya tohe… ta mohile jakati bubohe lo popatii….. Kalimat pantun ini sering lantunkan oleh anak – anak pada saat tradisi pemasangan lampu dimulai. Budaya turun temurun ini menjadi ajang hiburan masyarakat setempat. Malam tumbilo tohe benar – benar ramai, bisa di bilang festival paling ramai di Gorontalo. Saat tradisi tumbilo tohe di gelar, wilayah Gorontalo jadi terang benderang, nyaris tak ada sudut kota yang gelap. Gemerlap lentera tradisi tumbilo tohe yang digantung pada kerangka – kerangka kayu yang dihiasi dengan janur kuning atau dikenal dengan nama Alikusu (hiasan yang terbuat dari daun kelapa muda) menghiasi kota Gorontalo. Di atas kerangka di gantung sejumlah pisang sebagai lambang kesejahteraan dan tebu sebagai lambang keramahan dan kemuliaan hati menyambut hari raya idulfitri.

Tradisi menyalakan lampu minyak tanah pada penghujung Ramadhan di Gorontalo, sangat diyakini kental dengan nilai agama. Dalam setiap perayaan tradisi ini, masyarakat secara sukarela menyalakan lampu dan menyediakan minyak tanah sendiri tanpa subsidi dari pemerintah. Tanah lapang yang luas dan daerah persawahan di buat berbagai formasi dari lentera membentuk gambar masjid, kitab suci Alquran, dan kaligrafi yang sangat indah dan memesona. Tradisi tumbili tohe juga menarik ketika warga Gorontalo mulai membunyikan meriam bambu atau atraksi bunggo dan festival bedug

.[2]

Keistimewaan

Tumbilo tohe merupakan salah satu kekayaan budaya yang unik di Gorontalo. Walaupun di daerah sekitar Gorontalo ada festival serupa, seperti di Bolaang Mongondow Utara, dalam bahasa Kaidipang dan Bintauna dikenal dengan "Maninjulo Lambu". Di Bolaang Mongondow Selatan, dalam bahasa Bolango dikenal dengan "Sumpilo Soga", Sementara itu di Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur dan Kota Kotamobagu dikenal dengan istilah "Monuntul" yang berasal dari bahasa Mongondow dan di Dumai dan Bengkalis ada "Festival Lampu Colok" tapi tidak sesemarak di Gorontalo.

Rekor

Pada tahun 2007 silam, tradisi tumbilotohe ini masuk Museum Rekor Indonesia (MURI), karena lima juta lampu menyemarakkan tradisi ini dan menghiasai wajah kota gorontalo.[4]

Referensi

  1. 1 2 (Inggris) Situs www.indonesia-tourism.com "Tumbilo tohe Tradition Gorontalo". Diakses tanggal 12-8-2.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 (Indonesia) situs http://berita.liputan6.com/ Diarsipkan 2012-07-13 di Wayback Machine "Tumbilotohe Sambut Malam Lailatul Qadar". Diakses tanggal 12-8-2.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. ↑ Malam Tumbilotohe - Wonderful Indonesia. Diakses 14 Juli 2015.
  4. ↑ (Indonesia) http://sosbud.kompasiana.com Diarsipkan 2012-07-11 di Wayback Machine "Cerita Jelang Lebaran: Malam Tumbilotohe". Diakses tanggal 12-8-2.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan