Kamis, 22 Oktober 2026
12:42 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal

Tukak Buruli

Bagikan:
Tukak Buruli
SpesialisasiPenyakit menular Sunting ini di Wikidata

Tukak Buruli atau Buruli ulcer (juga dikenal dengan nama Bairnsdale ulcer, Searls ulcer, atau Daintree ulcer[1][2][3]) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium ulcerans.[4] Tahap awal infeksi ditandai dengan timbulnya nodul yang tidak sakit atau pembengkakan anggota tubuh.[4] Nodul ini dapat berkembang menjadi sebuah borok.[4] Borok tersebut kemungkinan lebih besar di bagian dalam daripada yang tampak di permukaan kulit,[5] dan dapat dikelilingi oleh pembengkakan.[5] Saat penyakit semakin parah, tulang juga dapat terinfeksi.[4] Tukak Buruli paling sering menyerang lengan atau kaki;[4] gejala demam tidak lazim terjadi.[4]

M. ulcerans melepaskan zat beracun yang dikenal dengan nama mycolactone, yang menurunkan fungsi sistem imun dan menyebabkan kematian jaringan.[4] Bakteri dari famili yang sama juga menyebabkan tuberkulosis dan lepra (M. tuberculosis dan M. leprae,).[4] Cara penyebaran penyakit ini tidak diketahui.[4] Sumber air diduga memengaruhi penyebarannya.[5] Hingga tahun 2013 belum ditemukan vaksin yang efektif.[4][6]

Jika pasien dirawat lebih awal, pemberian antibiotik selama delapan minggu memberikan hasil efektif hingga 80%.[4] Perawatan termasuk pemberian rifampicin dan streptomycin.[4] Clarithromycin atau moxifloxacin terkadang digunakan alih-alih streptomycin.[4] Perawatan lain mungkin termasuk pemotongan borok.[4][7] Setelah infeksi sembuh, area bekas pembedahan biasanya memiliki bekas luka.[6]

Tukak Buruli umumnya terjadi di daerah pedalaman Afrika-Sub-Sahara terutama di Pantai Gading, namun juga dapat terjadi di Asia, Pasifik Barat dan Benua Amerika.[4] Sejumlah kasus telah terjadi di lebih dari 32 negara.[5] Sekitar lima hingga enam ribu kasus terjadi setiap tahun.[4] Penyakit ini juga dialami sejumlah binatang selain manusia.[4] Albert Ruskin Cook adalah orang pertama yang mendeskripsikan tukak buruli pada tahun 1897.[5]

Referensi

  1. ↑ James, William D.; Berger, Timothy G.; et al. (2006). Andrews' Diseases of the Skin: clinical Dermatology. Saunders Elsevier. hlm. 340. ISBN 0-7216-2921-0.{{cite book}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Rapini, Ronald P.; Bolognia, Jean L.; Jorizzo, Joseph L. (2007). Dermatology: 2-Volume Set. St. Louis: Mosby. Chapter 74. ISBN 1-4160-2999-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Lavender CJ, Senanayake SN, Fyfe JA; et al. (Januari 2007). "First case of Mycobacterium ulcerans disease (Bairnsdale or Buruli ulcer) acquired in New South Wales". Med. J. Aust. 186 (2): 62–3. PMID 17223764.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 "Buruli ulcer (Mycobacterium ulcerans infection) Fact sheet N°199". World Health Organization. Juni 2013. Diakses tanggal 23 Februari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 Nakanaga, K; Yotsu, RR; Hoshino, Y; Suzuki, K; Makino, M; Ishii, N (2013). "Buruli ulcer and mycolactone-producing mycobacteria". Japanese journal of infectious diseases. 66 (2): 83–8. PMID 23514902.
  6. 1 2 Einarsdottir T, Huygen K (November 2011). "Buruli ulcer". Hum Vaccin. 7 (11): 1198–203. doi:10.4161/hv.7.11.17751. PMID 22048117.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Sizaire V, Nackers F, Comte E, Portaels F (2006). "Mycobacterium ulcerans infection: control, diagnosis, and treatment". Lancet Infect Dis. 6 (5): 288–296. doi:10.1016/S1473-3099(06)70464-9. PMID 16631549.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan