Selasa, 27 Oktober 2026
00:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Truganini

Truganini

Bagikan:
Truganini (Trugananner)
250px-Trugannini_1866.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Truganini tahun 1866.
Lahircirca 1812
Pulau Bruny, Australia
Meninggal8 Mei 1876
Hobart, Australia
Nama lainTrugananner, Trucanini, Trucaninny, dan Lalla Rooke
Dikenal karenaAborigin Tasmania terakhir

Truganini, juga dikenal sebagai Trugernanner (circa 1812–8 Mei 1876), adalah perempuan yang dianggap sebagai tokoh berdarah Aborigin Tasmania terakhir. Ia juga dianggap sebagai penutur bahasa Tasmania terakhir, meskipun ada yang menyatakan bahwa penutur bahasa Tasmania terakhir adalah Fanny Cochrane Smith.

Terdapat beberapa versi mengenai namanya, yaitu Trugannini, Trucanini dan Trucaninny. Trugernanner juga dikenal dengan julukan "Lalla Rooke".

Kehidupan awal

Truganini lahir sekitar tahun 1812 di Pulau Bruny, sebelah selatan Tasmania, Ia adalah putri Mangana, kepala suku penduduk Pulau Bruny. Ibunya dibunuh oleh penangkap ikan paus, tunangan pertamanya meninggal karena menyelamatkannya dari penculikan, dan pada tahun 1828, kedua saudara perempuannya, Lowhenunhue dan Maggerleede, diculik dan dibawa ke Pulau Kangaroo dan dijual sebagai budak. Ia segera menikah dengan Woorrady, meskipun Woorrady akan meninggal saat Truganini masih berusia 20 tahun.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Truganini.


Flag of AustraliaBiography icon

Artikel bertopik biografi Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan