Jumat, 30 Oktober 2026
05:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Trần Kim Tuyến

Bagikan:
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Trần.

Dr. Trần Kim Tuyến (24 Mei 1925 – 23 Juli 1995)[1][2] adalah kepala intelijensi Vietnam Selatan di bawah kekuasaan Presiden pertamanya Ngô Đình Diệm dari 1955 sampai 1963. Sebagai penganut Katolik Roma, ia dipercayakan oleh keluarga Ngô, dan bagian dari lingkar dalam mereka. Tuyến bertanggung jawab atas serangkaian kampanye propaganda melawan komunis, dan berpengaruh dalam mengoperasikan aparatus partai rahasia Cần Lao yang menjunjung kekuasaan keluarga Ngô. Dalam serangkaian pekerjaannya, Tuyến meniru taktik-taktik komunis. Ia kemudian membelot dan berencana melawan rezim tersebut sebelum diasingkan. Setelah Diệm dilengserkan, Tuyến pulang ke Vietnam Selatan, tetapi junta militer yang menggantikan keluarga Ngô menahannya selama lima tahun. Ia kabur dari negara tersebut pada 1975 saat kejatuhan Saigon.

Catatan

Referensi

Templat:Krisis Buddha


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan