Rabu, 04 November 2026
11:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Toussaint Louverture

Toussaint Louverture

Bagikan:
Toussaint Louverture
250px-G%C3%A9n%C3%A9ral_Toussaint_Louverture.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Toussaint Louverture
Lahir20 Mei 1743
Meninggal7 April 1803(1803-04-07) (umur 59)
Fort-de-Joux, Prancis
Nama lainToussaint L'Ouverture, Toussaint Bréda
GerakanRevolusi Haiti
Karier militer
Pengabdian Prancis
 Haiti
Dinas/cabangAngkatan Darat Prancis
Angkatan Darat Revolusioner Prancis
Angkatan Darat Haiti
PangkatJenderal
Perang/pertempuranRevolusi Haiti

François-Dominique Toussaint Louverture (pengucapan bahasa Prancis: [fʁɑ̃swadɔminiktusɛ̃luvɛʁtyʁ]; 20 Mei 1743 – 7 April 1803), juga dikenal dengan nama Toussaint L'Ouverture, Toussaint-Louverture, Toussaint Bréda, dan dijuluki "Napoléon Noir" (Napoleon Hitam),[1][2] adalah pemimpin Revolusi Haiti. Bakat militer dan politiknya berhasil mengubah masyarakat budak Saint-Domingue menjadi negara Haiti yang merdeka.[3] Keberhasilan Revolusi Haiti mengguncang institusi perbudakan di seluruh Dunia Baru.[4]

Toussaint Louverture memulai karier militernya sebagai pemimpin pemberontakan budak pada tahun 1791 di koloni Prancis di Saint-Domingue; ia pada saat itu adalah orang kulit hitam yang merdeka dari perbudakan. Pada awalnya ia bersekutu dengan orang-orang Spanyol di Santo Domingo, tetapi Toussaint mendukung Prancis setelah Prancis menghapuskan perbudakan. Ia secara perlahan menguasai pulau dan menggunakan taktik politik dan militer untuk mendominasi musuhnya. Saat ia berkuasa, ia berupaya untuk memperbaiki ekonomi dan keamanan di Saint-Domingue. Ia memulihkan sistem penanaman yang menggunakan pekerja yang digaji, menegosiasikan perjanjian perdagangan dengan Britania Raya dan Amerika Serikat, serta memiliki angkatan bersenjata yang besar dan cukup disiplin.[5]

Pada tahun 1801, ia merumuskan konstitusi untuk Saint-Domingue, dan ia menjadi gubernur seumur hidup. Pada tahun 1802, ia dipaksa mundur oleh pasukan yang dikirim oleh Napoleon Bonaparte untuk mengembalikan kekuasaan Prancis di Saint-Domingue. Ia kemudian dideportasi ke Prancis, di mana ia meninggal pada tahun 1803. Revolusi Haiti dilanjutkan oleh letnannya, Jean-Jacques Dessalines, yang menyatakan kemerdekaan pada awal tahun 1804.

Catatan kaki

  1. ↑ The Slave Who Defeated Napoleon Diarsipkan 2017-07-25 di Wayback Machine from History Wiz
  2. ↑ Taylor, David (2002). "Martini". hlm. 95. ISBN 1930603037.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  3. ↑ Bell, hlm.3–4
  4. ↑ Matthewson; "Abraham Bishop, "The Rights of Black Men", and the American Reaction to the Haitian Revolution"; The Journal of Negro History, Vol 67, No 2, Summer 1982, hlm.148–154
  5. ↑ Cauna, hlm.7–8

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Toussaint Louverture.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan