Rabu, 21 Oktober 2026
17:40 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Toto Rahardjo

Bagikan:
Toto Rahardjo
Lahir28 Februari 1959 (umur 67)
Nama lainKyai Tohar
Dikenal karenaPimpinan Gamelan Kiai Kanjeng
Fasilitator Pendidikan Kerakyatan
Pasangan menikahSri Wahyaningsih
Situs webwww.salamyogyakarta.com

Toto Rahardjo atau dikenal juga dengan Kyai Tohar (lahir 28 Februari 1959) adalah seorang autodidak yang menghabiskan masa mudanya sekitar 20 tahun lebih sebagai fasilitator pendidikan kerakyatan (popular education) dan pengorganisasian rakyat terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Toto pernah menjadi Ketua Dewan Pendidikan dan Pengembangan INSIST, Direktur REaD (Research Education and Dialogue), Direktur Yayasan Pendidikan Rakyat Indonesia (YPRI), dan pengarah program INVOLVEMENT (IndoneSian Volunteers for Social Movement).

Riwayat Hidup

Pada tahun 1998, Ia terlibat sebagai pegiat awal berdirinya lembaga penerbitan INSISTPress bersama Mansour Fakih, Roem Topatimasang, Anu Lounela, dan Saleh Abdullah. Toto dan kawan kolegial lainnya di INSIST ikut menggagas berdirinya Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY).[1]

Toto mendirikan Sanggar Anak Alam (SALAM) tahun 1998 di daerah pegunungan, tepatnya di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum Banjarnegara, Jawa Tengah. SALAM di Banjarnegara ini kemudian bermetamorfosa menjadi komunitas pemuda "ANANE29". Pada 20 Juni 2000, SALAM dihidupkan lagi oleh Toto dan istrinya sebagai sebuah Laboratorium Pendidikan Dasar di Kampung Nitiprayan, Kelurahan Ngestiharjo, Bantul – Yogyakarta.[2] Bersama Romo Y.B. Mangunwijaya (alm.) menggagas berdirinya Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED) di Kali Code, Yogyakarta.[1]

Toto adalah sahabat dekat Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang sudah bersamanya sejak tahun 1980-an. Toto merupakan salah satu yang menginisiasi dan menyelenggarakan pementasan lakon Pak Kanjeng tahun 1993 karya Cak Nun.[1] Ia merupakan salah satu pendiri Gamelan Kiai Kanjeng dan menjadi pimpinannya hingga sekarang.[3] Sejak tahun 2003, Toto menjadi pemimpin utama Progress, sebuah kesekretariatan di lingkup kegiatan Cak Nun yang mengelola aktivitas Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Toto juga merupakan sesepuh Masyarakat Maiyah yang digerakkannya bersama Cak Nun. Sepak terjang Toto Rahardjo di ranah pendidikan dan gerakan sosial diteliti dan ditulis oleh Rony K. Pratama dalam buku Manusia Tanpa Sekolah (2022).[4]

Bibliografi

Berikut sejumlah buku karya Toto Rahardjo:[1]

  • Community Integrated Pest Management In Indonesia: Institutionalising Participation And People Centred Approaches (2003). Ditulis bersama Mansour Fakih dan Michel Pimbert.
  • Menguatkan Organisasi Masyarakat Sipil: Pembelajaran Penguatan Kapasitas untuk Perubahan Sosial (2007). Ditulis bersama Wilarsa Budiharga, Fauzi Abdullah, Handoko Soetomo, Ayi Bunyamin, Hambali, dan Roem Topatimasang.
  • Mengubah Kebijakan Publik: Panduan Pelatihan Advokasi (edisi 2016). Disusun bersama Roem Topatimasang dan Mansour Fakih.
  • Sekolah Biasa Saja: Catatan Pengalaman Sanggar Anak Alam [SALAM] (2015).

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Toto Rahardjo". IINSISTPress. Diakses tanggal 19 Desember 2019.
  2. ↑ "Tentang Salam". Salam Yogyakarta. Diakses tanggal 19 Desember 2019.
  3. ↑ "Toto Rahardjo". CakNun.com. Diakses tanggal 19 Desember 2019.
  4. ↑ "Manusia Tanpa Sekolah: Pemikiran Toto Rahardjo Seputar …". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-02.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan