Kamis, 29 Oktober 2026
02:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Torpedo Tipe 95

Torpedo Tipe 95

Bagikan:
250px-Type_95_torpedo_%28Oxygen_torpedo%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Torpedo Tipe 95 dipajang di Museum Yamato.

Torpedo Tipe 95 adalah sebuah torpedo buatan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Torpedo ini dirancang berdasarkan pada Torpedo Tipe 93 ("Long lance")[1] tapi hulu ledak mod 1 beratnya lebih kecil (405 kg (893 pon)) dan hulu ledak mod 2 beratnya lebih besar (550 kg (1.210 pon)) dengan jangkauan lebih pendek dan diameter yang lebih kecil. Hal itu dimaksudkan agar torpedo dapat ditembakkan dari tabung torpedo ukuran standar (533 mm (21,0 in)) pada kapal selam.

Jarak tempuhnya (mod 1) 9.000 m (9.800 yd) pada 49–51 kn (91–94 km/h; 56–59 mph), atau 12.000 m (13.000 yd) pada 45–47 kn (83–87 km/h; 52–54 mph), [2] [3]. Itu sekitar tiga kali jarak dari torpedo milik Amerika, Mark 14 pada kecepatan yang sama.

Torpedo Tipe 95 merupakan torpedo tercepat yang umum digunakan oleh angkatan laut kala waktu itu. Ukuran hulu ledaknya adalah yang terbesar dari torpedo kapal selam yang ada pada zaman itu, dan peringkat kedua dari Torpedo Tipe 93 yang digunakan oleh kapal permukaan Jepang. Tenaga pendorongnya adalah campuran minyak tanah-oksigen, bukannya udara terkompresi yang digunakan oleh sebagian besar jenis torpedo pada saat itu.

Referensi

  1. ↑ Boyne p. 127, 254
  2. ↑ Mark Stille, Tony Bryan. Imperial Japanese Navy Submarines 1941-45. Osprey. hlm. 7.
  3. ↑ "Japanese WW2 torpedoes". Diakses tanggal 17 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Persenjataan kapal tempur
Persenjataan kapal penjelajah
Persenjataan kapal perusak dan Kaibōkan
Persenjataan sekunder
Meriam kapal selam
Senjata anti-pesawat
Torpedo


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan