Rabu, 28 Oktober 2026
22:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Topan rammasun

Topan rammasun

Bagikan:
250px-Rammasun_2014_track.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arah pergerakan Badai Rammasun 2014

Topan Rammasun adalah sebuah nama yang diberikan kepada badai siklon tropis yang terjadi di timur laut Lautan Pasifik, nama lainnya di Filipina adalah badai Glenda yang merupakan badai tropis yang sangat besar, Rammasun memberikan dampak kehancuran di beberapa bagian negara Filipina, Cina Selatan dan Vietnam pada bulan Juli 2014. Rammasun adalah bahasa Thailand untuk Dewa Petir. setelah badai Lingling dan Kajiki sebelumnya, Rammasun menjadi badai tropis ketiga dan badai pertama yang dampaknya langsung dirasakan di Filipina. Badai tersebut terbentuk dalam Zona Pertemuan Intertropikal, sebuah area dimana angin timur laut dan angin tenggara bertemu dan dengan perlahan bergerak ke arah barat laut. setelah melewati kepulauan MIcronesia, arahnya bergerak ke arah barat. Rammasun memberikan ancaman yang dahsyat kepada pulau Luzon Filipina.

Kronologi meteorologis

Pada tanggal 9 Juli 2014, Pusat Gabungan Peringatan Badai Amerika Serikat (JTWC) mulai untuk mengawasi gangguan angin tropis yang muncul di negara bagian Chuuk Kepulauan MIcronesia. Pada masa ini angin yang terbentuk memiliki sirkulasi yang aneh serta konveksi atmosferik yang tidak beraturan. Pada dua hari berikutnya, pergerakan angin yang tidak biasa tersebut diumumkan sebagai badai oleh Badan Meterologi Jepang (JMA) dan Pusat Gabungan Peringatan Badai Amerika Serikat. Pada awal 11 Juli 2014 JTWC memberikan laporan bahwa badai tropis yang terjadi memiliki intensitas yang lebih besar dar perkiraan Dvorak dari berbagai pihak. Namun setelah memasuki Guam, JTWC memberikan laporan bahwa badai tersebut mengalami penurunan intensitas. Pada tanggal 12 Juli 2014, JMA memberikan laporan bahwa intensitas badai tersebut naik lagi, dan telah menjadi badai tropis yang besar. Mereka memberi nama bada tersebut Rammasun, ketika badai tersebut melewati selat Rota di utara Guam. Berikutnya, Rammasun bergerak ke arah barat di bawah pengaruh tekanan udara subtropis.[1]

Dampak

250px-Aftermath_of_Glenda_in_Jose_W._Diokno_Blvd.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasca badai Glenda 2014

Jumlah orang yang tewas dalam topan Rammasun di Filipina menjadi 98 orang, sementara yang cedera atau terluka sebanyak 630 orang sementara lima orang lainnya tetap hilang, kata badan bencana negara itu Sabtu (19/7). Direktur eksekutif Dewan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Manajemen Filipina, Alexander Pama, mengatakan empat puluh tiga dari mereka yang meninggal berasal dari Luzon, dua dari Wilayah Ibu kota Nasional, empat dari Luzon Tengah,lima dari daerah Mimaropa, empat dari Wilayah Bicol, salah satu dari Visayas Barat, dan lima dari Visayas Timur. Setidaknya 603 orang juga dilaporkan terluka akibat topan. Lebih dari 60 penerbangan internasional dan domestik dibatalkan selama dua hari terakhir. Perdagangan di Bursa Efek Filipina dan Filipina Dealing System yang digunakan untuk perdagangan valuta asing dihentikan.[2][3]

Rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan