Senin, 19 Oktober 2026
07:09 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Tintin Wulia

seniman wanita Indonesia

Bagikan:

Tintin Wulia (lahir 23 Desember 1972) adalah seorang seniman perempuan yang berasal dari Indonesia. Ia menampilkan pamerannya di kanca Nasional maupun kanca Internasional .

Ia tidak hanya membuat beberapa pameran, namun turut membacakan puisi-puisi kritis yang mampu menggugah para penonton.

Biografi

Tintin lahir di Denpasar pada 23 November 1972.[1] Ia pernah mengeyam pendidikan arsitektur di Universitas Katolik Parayangan, Bandung. Tintin juga pada tahun 1995 hingga 1997,mempelajari tentang musik di Berklee College of music, Amerika Serikat. Pada tahun 2013 ia juga menjadi kandidat doktor di bidang seni di Universitas RMIT di Austalia. Ia berkarya melalui karya-karya seni yang ditampilkan dalam pameran,[2]

Prestasi dan Penghargaan

Ia pernah melakukan pameran di beberapa tempat yaitu;[2]

  • Sharjah Biennial,
  • Istanbul Biennial,
  • Yokohama Trienniel,
  • Jakarta Biennela,
  • Institute Of Contemporary Art London,
  • Liverpool Biennial,
  • Clermont-Ferrand Short Film Festival,
  • International Film Festival Rotterdam,
  • Penerima "Australia Council for the Arts Creative Australia Fellowship" selama 2014-2016.

Beberapa karyanya menjadi koleksi Stedelijk van Abbe Museum Belanda, Singapore Art Museum, dan Queesland Art Gallery/ Gallery Of Modern Art Australia

Salah satu proyek tintin yang dipamerkan di Indonesia yaitu Biennale Jogja XII yang dihasilkan dari residensinya selama satu bulan di Sharjah, Uni Emirate Arab.

Salah satu penampilannya yang menakjubkan adalah puisi dan bunyi,'Babel' mengekplorasi bahasa dan presepsi sosial sebagai semacam batas, seraya mengintip ke dalam jaringan tersembunyi nomadisme global yang melintasi perbatasan saluran yang menyalurkan kehidupan manusia. salah satu puisi yang dibacakannya dan menimbulkan kontroversial dari penyair Mesir Hisham El Gakh, Al Taashira yang dibacakan pada final Price of Poets di Abu Dhabi TV, yang memberikan kritikan keras kepada pihak-pihak yang memecahkan negara Arab. Melalui puisi tintin juga menciptakan ruang suara-suara zaman modern nomaden Arab, Orang Arab tak bertanah-air (Stateless), yang diucapkan lewat puisi.

Referensi

  1. ↑ "Indonesian Visual Art Archive | Karya-Karya Tintin Wulia". archive.ivaa-online.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-23.
  2. 1 2 Agung, Hujatnikajennong (2013). NOT A DEAD END. Yogyakarta: BIENNALE JOGJA XII EQUATOR#2. hlm. 106–107.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan