Senin, 21 September 2026
20:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Terakota

Terakota

warna teracota

Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Terracotta di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Terracotta_hoofd_TMnr_0-439.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala dari terakota, diperkirakan dari masa Majapahit
250px-Hanuman_in_Terra_Cotta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca terakota Hanuman dari India. Warna kemerahan tercipta karena adanya besi dioksida yang terdapat di tanah liat. Tanah liat dengan kandungan besi yang rendah dapat mengakibatkan munculnya warna pucat pada saat pembakaran, mulai dari putih hingga kuning.

Terakota, terracotta, terra cotta atau terra-cotta (dari bahasa Itali berarti "tanah bakar",[1] yang berasal dari bahasa Latin terra cocta) adalah tembikar yang terbuat dari tanah liat,[2] walaupun kata tersebut dapat mengacu terhadap keramik glasir yang memiliki badan berpori dan berwarna merah.[3][4][5][6] Penggunaannya termasuk di antaranya untuk kendi, pipa air dan hiasan permukaan pada konstruksi bangunan, dan termasuk di antaranya patung seperti Pasukan Terakota dan arca terakota Yunani. Istilah ini juga dipergunakan untuk benda yang terbuat dari materi tersebut dan untuk warna naturalnya, coklat dengan sedikit oranye, yang sangat bervariasi. Pada bidang arkeologi dan sejarah seni, terakota sering dipergunakan untuk benda yang dibuat oleh roda perajin tembikar, seperti patung, di mana benda tersebut dibuat dari bahan yang sama, dan bahkan oleh orang yang sama, disebut sebagai tembikar.

Pembuatan dan sifat

250px-Bankura_Terracotta_Horses.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung kuda terakota dari Distrik Bankura, Benggala Barat, India, yang dibuat menggunakan teknik pembakaran tanah liat dan merupakan bagian dari tradisi kerajinan setempat.

Tanah liat yang halus, dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah dikeringkan, karya tersebut diletakkan di dalam tungku, atau di atas api terbuka (api unggun), lalu dibakar. Temperatur pembakaran sekitar 1000 °C. Kandungan besi yang terdapat pada tanah liat, membuat karya tersebut berwarna kuning, oranye, merah, "terakota", merah jambu, abu-abu, atau cokelat. Terakota yang dibakar tidak menjadikannya tahan air. Namun, penggosokan pada permukaan sebelum dibakar dapat mengurangi tingkat penyerapannya dan terakota tersebut dapat ditambah dengan glasir untuk membuatnya menjadi kedap air. Hasilnya cocok digunakan untuk membawa air (biasanya pada masa dahulu), untuk peralatan perkebunan atau dekorasi bangunan di lingkungan tropis, dan untuk wadah penyimpan minyak, lampu minyak, atau oven. Kebanyakan penggunaan lainnya adalah untuk peralatan makan dan minum, pipa saluran air, atau dekorasi bangunan di lingkungan dingin yang membutuhkan bahan-bahan yang diglasir. Terakota jika tidak retak, akan berdenging jika dipukul perlahan. Beberapa terakota dibentuk dari dasar yang ditambahkan terakota yang didaur ulang ("grog").

Sejarah

250px-Kan-terra-cota-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Desain terakota di luar Kuil Kantaji.

Terakota digunakan di sepanjang masa untuk memahat dan membuat wadah, dan juga untuk membuat bata dan genteng. Pada zaman dahulu, patung tanah liat yang pertama dikeringkan di bawah sinar matahari setelah dibentuk. Kemudian, patung tersebut diletakkan di abu dari api unggun untuk memperkeras, dan akhirnya mempergunakan tungku, seperti yang digunaan pada tembikar pada saat ini. Namun, hanya setelah pembakaran menggunakan suhu yang tinggi, bahan ini dapat digolongkan menjadi materi keramik.

Dalam Sejarah Seni

250px-FCCeramBldgDeco.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dekorasi bangunan yang diglasir pada Kota Terlarang, Beijing, Cina.

Arca terakota kasar ditemukan oleh para arkeolog pada ekskavasi Mohenjo-daro dan Harappa, yang merupakan dua situs perkotaan besar pada periode Lembah Sungai Indus (3.000 - 1.500 SM), di daerah yang sekarang merupakan bagian dari Pakistan. Termasuk dalam benda yang ditemukan, di antaranya adalah batu berbentuk phallus, yang memberi kesan bahwa terdapat pemujaan terhadap dewa atau dewi kesuburan dan kepercayaan terhadap Dewi Ibu.[7]

Patung masa pre-kolonial Afrika Barat juga terbuat dari terakota.[8] Daerah ini merupakan daerah yang paling terkenal di dunia untuk produksi seni terakota termasuk di antaranya budaya Nok dari Nigeria tengah dan utara, kebudayaan Benin di bagian barat dan selatan Nigeria, dan kebudayaan Igbo di daerah timur Nigeria yang terkenal akan tembikar terakota.

Dalam ilmu kimia

Dalam ilmu kimia, keping-keping/lembaran terakota digunakan sebagai katalis heterogen untuk memutus alkana rantai-panjang. Proses ini berguna untuk mendapatkan produk-produk yang lebih berguna, seperti bensin atau petrol dari bahan yang kurang berguna semisal alkana rantai panjang berkekentalan tinggi.

Kelebihan dalam pemahatan

Dibandingkan dengan pemahatan dalam perunggu, terakota memakai cara yang jauh lebih sederhana untuk menghasilkan karya dengan biaya yang jauh lebih rendah. Teknik penggunaan cetakan yang dipakai kembali dapat dipergunakan untuk rangkaian kegiatan produksi. Jika dibandingkan dengan patung marmer dan hasil karya batu lainnya, hasil karya yang telah selesai, jauh lebih ringan dan dapat diglasir untuk menghasilkan produk dengan warna atau ketahanan yag lebih baik.

Warna

Warna terakota adalah antara jingga dan coklat.

Terakota
 
About these coordinates     Koordinat warna
Triplet hex#E2725B
sRGBB    (r, g, b)(226, 114, 91)
CMYKH   (c, m, y, k)(0, 44, 53, 11)
HSV       (h, s, v)(10°, 70%, 62%)
SumberDMC Color List
B: Dinormalkan ke [0–255] (bita)
H: Dinormalkan ke [0–100] (ratusan)
Terakota gelap
 
About these coordinates     Koordinat warna
Triplet hex#CC4E5C
sRGBB    (r, g, b)(204, 78, 92)
CMYKH   (c, m, y, k)(0, 49, 44, 20)
HSV       (h, s, v)(354°, 55%, 55%)
Sumber[Tidak ada sumber]
B: Dinormalkan ke [0–255] (bita)
H: Dinormalkan ke [0–100] (ratusan)

Hakikat Ilmu Alloh

Lihat pula

Referensi

  1. Merriam-Webster.com
  2. OED, "Terracotta"
  3. ‘Diagnosis Of Terra-Cotta Glaze Spalling.’ S.E. Thomasen, C.L. Searls. Masonry: Materials, Design, Construction and Maintenance. ASTM STP 992 Philadelphia, USA, 1988. American Society for Testing & Materials.
  4. ‘Colour Degradation In A Terra Cotta Glaze’ H.J. Lee, W.M. Carty, J.Gill. Ceram.Eng.Sci.Proc. 21, No.2, 2000, p.45-58.
  5. ‘High-lead glaze compositions and alterations: example of byzantine tiles.’ A. Bouquillon. C. Pouthas. Euro Ceramics V. Pt.2. Trans Tech Publications, Switzerland,1997, p.1487-1490 Quote: “A collection of architectural Byzantine tiles in glazed terra cotta is stored and exhibited in the Art Object department of the Louvre Museum as well as in the Musee de la Ceramique de Sevres.”
  6. 'Industrial Ceramics.' F.Singer, S.S.Singer. Chapman & Hall. 1971. Quote: "The lighter pieces that are glazed may also be termed 'terracotta.'
  7. Jacob Neusner, ed. World Religions in America. Louisville: Westminster John Knox Press, 2003.
  8. H. Meyerowitz; V. Meyerowitz (1939). "Bronzes and Terra-Cottas from Ile-Ife". The Burlington Magazine for Connoisseurs 75 (439), 150-152; 154-155.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan