Selasa, 03 November 2026
06:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Teori BCS

Bagikan:

Teori BCS adalah teori yang menjelaskan tentang pemasangan dua partikel dalam inti atom yang saling terhubung pada waktu yang bersamaan. Teori ini dikemukakan pada tahun 1957 oleh Bardeen, Cooper, dan Schrieffer. Melalui teori BCS, diketahui bahwa perubahan energi total dalam sistem yang lebih kecil dipengaruhi oleh fungsi gelombang dan tingkat energi tertentu dalam pemodelan kulit inti. Gambaran tentang hubungan antarpartikel dalam teori BCS dapat dijelaskan melalui matriks interaksi dan persamaan Hamiltonian.[1]

Pemanfaatan

Teori BCS dapat digunakan untuk menjelaskan variasi nilai arus listrik pada saat nilai hambatan listrik sama dengan nol. Teori BCS menjelaskan bahwa besarnya arus masukan dan dimensi penghantar listrik menjadi penentu lamanya waktu yang diperlukan untuk pemutusan pasangan elektron. Pemutusan rantai pasangan elektron akan semakin cepat jika arus yang melewati penghantar listrik semakin besar dan sebaliknya.[2]

Referensi

  1. ↑ Nugraha, Alpi Mahisha (2017). "Efek pairing pada Isotop Sn (N>82) dalam Teori BCS Menggunakan Sembilan Tingkat". Faktor Exacta. 10 (2): 102. ISSN 2502-339X.
  2. ↑ Adi; et al. (2000). "Faktor Koreksi Dimensi Sampel pada Sifat Listrik Superkonduktor YBa2Cu3O7-x dengan menggunakan metode Four Point Probe" (PDF). Majalah Batan. 33 (1): 22. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-10-07. Diakses tanggal 2020-10-04.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |last=
Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan