Minggu, 18 Oktober 2026
11:52 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Teleskop sinar-X

Teleskop sinar-X

Bagikan:
250px-Pointing_X-ray_Eyes_at_our_Resident_Supermassive_Black_Hole.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Electromagnetic-Spectrum.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Teleskop sinar-X atau teleskop röntgen atau roentgen adalah sebuah teleskop yang memungkinkan pengamatan astronomi, yang pengambilan gambarnya atau penghitungan spektral sinarnya di dalam daerah sinar röntgen 0,01-10nm. Sinar roentgen tidak dapat menembus atmosfer bumiI oleh sebab pendeknya gelombang elektromagnetik sinar roentgen. Maka tidak mungkin untuk melakukan pengamatan dari muka bumi, biasanya teleskop röntgen akan ditempatkan di Observatorium luar angkasa. Pengambilan gambar oleh teleskop röntgen mulanya dilakukan dengan roket balistik di sekitar tahun 1960-an.

Pembuatan sebuah teleskop röntgen mempunyai beberapa kesulitan, yaitu bahan yang diperlukan untuk memantulkan membiaskan sinar röntgen ini. Seperti lensa dapat membiaskan cahaya yang terletak pada panjang gelombang yang dapat dilihat mata. Hampir seluruh materi menyerap foton dari sinar Röntgen Absorpsi (Physik) bila sinar röntgen itu menabrak materi tegak lurus dan indeks bias materi itu harus terletak dekat 1 seperti indeks bias dari lensa normal, sehingga hampir tidak mungkin menciptakan materi untuk pembuatan teleskop ini.

Teleskop röntgen yang dirintis 1970 oleh Satelit luar angkasa Uhuru, terbuat dari timbal, dan mempunyai beberapa lubang yang sangat kecil yang hanya bisa ditembus sinar röntgen dari arah tertentu. Teleskop ini dapat dikatakan juga bukan teleskop tetapi [[Kollimator] yang membuat detektor sinar Rontgen didalamnya sesitif terhadap arah datangnya sinar röntgen itu.

Di perkembangan selanjutnya digunakan bahan terbuat dari kaca yang sesuai dengan nama penemu pertamanya Hans Wolter dinamakan Teleskop Wolter. Di sini efek dari pemantulan totalkaca ( Kaca mengakibatkan pemantulan, lensa mengakibatkan pembiasan) pada sinar röntgen yang datang di, digunakan untuk meningkatkan kekuatan pembesaran yang dapat dicapai teleskop ini

Saat ini yang aktif adalah teleskop satelit milik Amerika Serikat atau teleskop Chandra, dinamakan berdasar Subrahmanyan Chandrasekhar, sedangkan teleskop satelit milik eropa XMM-Newton. Teleskop Chandra meraih ketajaman atau angular resolution kurang dari 1", sedangkan XMM Newton mempunyai resolusi atau ketajaman yang kurang tetapi memiliki receptive field yang lebih besar. (1°=60'; 1'=1") Sebagai contoh mata normal manusia mempunyai ketajaman 1', artinya mata manusia dapat melihat sebuah benda 1,5 mm yang berjarak 5 m darinya. Ini biasanya dipakai untuk mengetes mata di dokter mata. Atau manusia dapat melihat sebuah balok kayu 1 meter tingginya dari jarak sejauh 3,33km.Di ilmu kedokteran digunakan yang namanya Landolt ring

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan