Minggu, 04 Oktober 2026
13:05 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Pengelolaan ilmiah

Pengelolaan ilmiah

Bagikan:
250px-F._Taylor_1856-1915.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Frederick Taylor (1856-1915), pemimpin managemen yang menggagas taylorisme

Taylorism juga disebut manajemen ilmiah,[1] adalah sebuah gagasan tentang analisis kerja yang meyakini bahwa peningkatan produktivitas bermanfaat, baik bagi para pengusaha maupun para pekerja jika biaya produksi ditekan serendah-rendahnya.[2] Istilah Taylorisme ini diambil dari penggagas konsep, yaitu Frederick Winslow Taylor, seorang insinyur Amerika Serikat di Philadelphia.[2] Menurut Frederick Taylor, suatu suasana kerja sama dan keselarasan di antara sesama karyawan (pekerja), dan antara kaum buruh dengan pihak direksi merupakan syarat mutlak, jika teknik produksi yang ia pikirkan dilaksanakan sehingga memperoleh hasil.[2] Tanpa syarat-syarat yang disebutkan Taylor, sistem penemuannya tidak akan berhasil, bahkan akan merugikan lebih banyak kepada kaum buruh daripada kesejahteraan.[2] Peningkatan produktivitas menurut Taylor, tidak boleh diserahkan kepada inisiatif secara kebetulan para pekerja, tetapi hasil yang tepat dari kepemimpinan perusahaan yang baik.[2] Pihak pimpinan perusahaan yang memikul tanggung jawab dan harus meletakkan pengarahan utama, secara ilmiah.[2] Aturan yang berlaku bagi kerja fisik, hendaknya diberlakukan, baik bagi para buruh maupun pimpinan.[2]

Implementasi dari taylorisme ini pertama-tama perlu dipahami oleh seluruh unsur pekerja dalam sebuah perusahaan.[3] Kemudian pembenahan sistem perusahaan haruslah secara masuk akal ditata secara logis dan tidak ada pihak yang tidak berpartisipasi.[3] Setelah itu, pembenahan sumber daya manusia dimulai dari pemberian pelatihan bagi keterampilah pekerja.[3] Prinsip kedua, kesatuan komitmen demi kesejahteraan bersama perlu dipahami, tidak boleh seseorang bertindak ingin untung sendiri.[3]

Latar Belakang Taylorisme

Frederick Winslow Taylor menggagas taylorisme dari pengalaman pribadinya, yaitu ketika ia bekerja sebagai buruh kemudian naik jabatan dalam jajaran kepemimpinan di perusahaan baja Midvale Steel Company pada tahun 1880an.[2] Ia heran karena prestasi karyawannya menurun, dan ia menemukan penyebabnya adalah tidak adanya mortivasi bekerja.[2] Ia berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraan para karyawan dengan metode yang ia temukan.[2]

Rujukan

  1. ↑ Mitcham, Carl and Adam, Briggle Management in Mitcham (2005) p.1153, quote:
    Nevertheless, regardless of outcomes and the fact that the term has fallen out of use, "'scientific management,' as well as its near synonym, 'Taylorism,' have been absorbed into the living tissue of American life" (Kanigel 1997, p. 6)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3467-3468
  3. 1 2 3 4 Harry Braverman., Critical Studies in Organization and Bureaucracy. (Editor: Frank Fischer, Carmen Sirianni), Philadelphia: Temple University Press, 1994, hal. 55
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan