Selasa, 20 Oktober 2026
08:21 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Tangga nada

set not musik yang diurutkan berdasarkan nada

Bagikan:
1911_Britannica-Biniou_-Scale1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ilustrasi tangga nada pada binioù, alat musik tiup tradisional Bretagne, dari Encyclopædia Britannica edisi 1911.

Dalam teori musik, tangga nada (bahasa Belanda:toonladder, bahasa Inggris:scale) adalah rangkaian notasi musik yang diurutkan berdasarkan frekuensi dasar atau pitch, misalnya 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 1' (do, re, mi, fa, sol, la, si, do (tinggi)). Bila diibaratkan pada kehidupan nyata, maka tangga nada memiliki fungsi serupa dengan tangga pada kehidupan sehari-hari. Susunan nada pada sebuah tangga nada dapat naik atau turun tergantung pada pitch yang digunakan untuk mengurutkannya. Secara umum, tangga nada bisa didefinisikan sebagai susunan berjenjang dari nada-nada pokok suatu sistem nada, mulai dari satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya, misalnya: do, re, mi, fa, so, la, si, do.[1]

Dalam sistem tangga nada, dikenal oktaf. Sebuah tangga nada umumnya hanya menjangkau hanya satu oktaf. Oktaf berikutnya, baik lebih tinggi atau rendah, hanya mengulangi pola dasarnya. Tangga nada mewakili pembagian ruang oktaf menjadi sejumlah langkah tertentu. Jarak antarlangkah tersebut disebut dengan interval nada, yang berfungsi menentukan jeda antara satu nada dengan nada lainnya.

Latar belakang

Tangga nada, langkah, dan interval

Suatu tangga nada umumnya disusun mulai dari nada rendah hingga nada tinggi, dengan pola nada yang berulang pada setiap oktaf (skala Bohlen-Pierce menjadi pengecualian). Tangga nada yang mengulang susunan nada pada setiap oktafnya direpresentasikan sebagai susunan melingkar dari kelas nada, yang diurutkan dengan menaikkan (atau menurunkan) kelas nada. Misalnya, susunan nada pada tangga nada C mayor meningkat adalah C-D-E-F-G-A-B-[C], di mana tanda kurung siku pada nada C terakhir menunjukkan bahwa nada tersebut berada pada oktaf yang lebih tinggi dari nada C yang pertama.

Jarak antara dua nada yang berurutan pada sebuah tangga nada disebut dengan langkah. Notasi dari sebuah tangga nada diberi nomor berdasarkan langkah-langkah yang dimulai dari tingkat pertama tangga nada tersebut. Misalnya, dalam tangga nada C mayor di atas, nada pertama adalah C, kedua D, ketiga E, dan seterusnya.

Interval adalah jarak antar dua nada. Nada C ke D, dan nada D ke E memiliki interval yang sama, yaitu kedua mayor. Dari C ke G maupun D ke A memiliki interval kelima sempurna. Dari E ke F dan B ke C memiliki interval kedua minor, berbeda dari C ke D. Selain dinyatakan dengan cents, interval juga dapat dinyatakan dalam bentuk rasio. 1 cent adalah pembagian jarak 1 oktaf, menjadi 1200 bagian. Sistem yang paling populer digunakan dari musik barat saat ini adalah 12-ET (equal temprament), yaitu membagi 1 oktaf menjadi 12 bagian sama besar.

Interval dalam 12-ET (equal temprament)
Langkah

seminada (100 cents)

Interval Nama interval
0 1 unison
1 ♭2 kedua minor
2 2 kedua mayor
3 ♭3 ketiga minor
4 3 ketiga mayor
5 4 keempat sempurna
6 ♯4, ♭5 keempat lebih, kelima kurang
7 5 kelima sempurna
8 ♭6, ♯5 keenam minor, kelima lebih
9 6 keenam mayor
10 ♭7 ketujuh minor
11 7 ketujuh mayor
12 8 oktaf

Jenis-jenis tangga nada

Tangga nada dapat dideskripsikan berdasarkan jumlah nada per oktaf pada susunannya:[2]

  • Skala Kromatis, disebut juga dodekatonis (terdiri dari 12 not per oktaf). Skala ini mencakup 12 nada yang bisa digunakan dalam musik barat.
  • Skala Oktatonis, terdiri dari 8 not per oktaf), di antaranya octatonic scale, dan diminished scale.
  • Skala Heptatonis, terdiri dari 7 nada. Skala ini mencakup Skala Diatonis yang terdiri dari 7 nada dengan jarak 1 dan 2 seminada saja antar nadanya, di antaranya Skala Mayor dan Skala Minor. Selain itu, ada juga skala heptatonis yang tidak termasuk skala diatonis, misalnya phrygian dominant, melodic minor, harmonic minor, lydian dominant, dan lainnya.
  • Skala Heksatonis, terdiri dari 6 not per oktaf, misalnya wholetone scale dan Scottish hexatonic.
  • Skala Pentatonis, terdiri dari 5 not per oktaf), misalnya pentatonik mayor, pentatonik minor, degung, dan madenda.
  • Skala Mikrotonal, atau disebut juga xenharmonic, memiliki jarak antar nada di luar kelipatan 100 cents. Ditemukan pada maqam-maqam Arab, Turki, Persia, musik Balkan, musik Afrika seperti balafon, laras-laras pada gamelan, dan sebagainya.

Tangga nada juga dapat dideskripsikan berdasarkan interval konstituennya, misalnya hemitonis, anhemitonis, dan kohemitonis. Hemitonis adalah tangga nada yang memiliki nada berdekatan sejauh 1 semitone, seperti nada mi-fa dan si-do. Anhemitonis adalah skala yang tidak mengandung 2 nada berdekatan sejauh 1 semitone, misalnya skala pentatonis mayor: 1 2 3 5 6, dan pentatonis minor: 1 ♭3 4 5 ♭7. Kohemitonis adalah skalan yang memiliki 3 nada berdekatan, yang jaraknya 1 semitone berturut-turut, misalnya skala minor harmonis ganda (Hungarian minor): 1 2 ♭3 ♯4 5 ♭6 7 1, dan skala mayor harmonis ganda (Byzantine): 1 ♭2 3 4 5 ♭6 7 1.

Para ahli teori musik juga umumnya setuju bahwa interval konstituen dari sebuah tangga nada memiliki peran besar dalam persepsi kognitif mengenai sonoritas atau karakter nada. Selain itu, tangga nada juga dapat dideskripsikan berdasarkan kesimetrisannya, misalnya palindromik, kiral, atau memiliki rotasi simetris seperti dalam mode transposisi terbatas Messiaen.

Referensi

  1. ↑ Soeharto, M. Kamus Musik. Jakarta: PT Gramedia. 1992
  2. ↑ "Jenis Tangga Nada Beserta Contohnya". Tambah Pinter. 26 Desember 2019. Diakses tanggal 17 Desember 2020.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan