Jumat, 23 Oktober 2026
19:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Tondu' Majâng

Lagu berbahasa Madura ciptaan R. Amiruddin Tjitraprawira

Bagikan:

Todhu’ Majâng adalah sebuah lagu berbahasa Madura ciptaan R. Amiruddin Tjitraprawira.[1] Lagu ini menjadi lagu daerah Madura karena sangat menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir Madura yang berprofesi sebagai nelayan.

Lirik

Lirik bahasa Madura Terjemahan bahasa Indonesia
Ngapotè wa’ lajârâ ètangalè

Rèng majâng tantona la padâ molè

Mon tèngghu dâri ambet dâ’ jhâlanna

Ma’ sè bânnya’a ongghu ollèna

Layar putih mulai terlihat

Nelayan tentunya sudah pulang

Kalau dilihat dari berat perjalanannya

Sepertinya sungguh banyak perolehannya

Du....mon ajhâlling odi’na orèng majângan

Abhântal ombâ’ sapo’ angèn salanjhânga

Du.... kalau dilihat kehidupan pencari ikan

Berbantal ombak berselimut angin selamanya (sepanjang malam)

Ole...olang paraona alajârâ
Ole...olang alajârâ ka Madhurâ
Ole....olang, perahunya akan berlayar

Ole....olang akan berlayar ke Madura

Rèng majâng bânnya’ ongghu bhâbhâjâna

Kabhilâng alako bhândhâ nyabâna

Nelayan banyak sekali hambatannya

Dapat dikatakan bekerja bermodalkan nyawanya

Ole...olang paraona alajârâ
Ole...olang alajârâ ka Madhurâ
Ole....olang, perahunya akan berlayar

Ole....olang akan berlayar ke Madura

Makna filosofis

Lagu Tondhu’ Majâng menceritakan kehidupan nelayan Madura. Kehidupan mereka digambarkan sangat keras karena harus berhadapan dengan banyak mara bahaya di laut (atemmo bhâbhâjâ). Mereka juga harus mempertaruhkan nyawa (abhândhâ nyabâ) untuk menghidupi keluarga yang ditinggalkan di rumah. Kadang untuk mendapat tangkapan ikan yang banyak mereka harus tinggal berhari-hari di perahu sehingga mereka menjadi terbiasa dengan laut dan mengandalkan ombak sebagai bantal dan angin sebagai selimut mereka (abhântal ombâ’ sapo’ angèn salanjhânga).[2]

Kesalahkaprahan

Banyak yang menulis lagu asal Madura ini dengan “tanduk majeng”, padahal kata tanduk atau tandu’ berarti tanduk dalam bahasa Indonesia. Sedangkan bila dipasangkan ke konteks dan lirik lagu ini, yang benar ada tondhu’ yang berarti tiba. Jadi tepatlah apabila menggunakan tondhu’ alih-alih tanduk karena yang diceritakan di lagu ini adalah ketibaan nelayan dari waktu mencari ikan.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ [www.lontarmadura.com/amiruddin-tjitraprawira-ciptaan-lagunya-tetap-abadi/ "Amiruddin Tjitraprawira, Ciptaan Lagunya tetap Abadi"]. Lontar Madura. 6 Maret 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Periksa nilai |url=
  2. ↑ Azhar, Iqbal Nurul (2009). "Karakter Masyarakat Madura dalam Syair-syair Lagu Daerah Madura". Atavisme. 12 (2): 217–228. doi:https://doi.org/10.24257/atavisme.v12i2.171.217-228.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  3. ↑ Kristika, Indra (6 Juli 2012). "Awas Terpeleset Tondhu Majang!". Surya. Diakses tanggal 3 Juni 2020.


Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan