Senin, 12 Oktober 2026
12:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Tanah padat

Tanah padat

Bagikan:
250px-Summer_Vacation_2007%2C_263%2C_Watchtower_In_The_Morning_Light%2C_Dunhuang%2C_Gansu_Province.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan mercusuar dinasti Han (202 SM - 220 M) Tiongkok yang terbuat dari tanah yang ditampatkan di Dunhuang, Provinsi Gansu, Tiongkok di ujung timur Jalur Sutra.

Tanah tumpat, juga disebut sebagai taipa[1] dalam bahasa Portugis, tapial atau tapia dalam bahasa Spanyol, pisé (de terre) dalam bahasa Prancis, dan hangtu (Hanzi:夯土; Pinyin:hāngtǔ), adalah sebuah teknik untuk membangun fondasi, lantai dan tembok memakai bahan-bahan mentah alami seperti tanah, kapur, gamping dan kerikil.[2] Tanah yang dimampatkan dapat dilakukan di setiap benua kecuali Antarktika.[3]

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rammed earth.
  1. ↑ Fleming, John; Honour, Hugh; Pevsner, Nikolaus (1966). The Penguin Dictionary of Architecture. drawings by David Etherton (Edisi 1st). London, England, UK and New York, New York, USA: Penguin Books. ISBN 978-0-14-051241-0. OCLC 638962596.
  2. ↑ "Pisé terminology". Merriam-webster.com. Diakses tanggal 2018-10-03.
  3. ↑ Keable, Rowland. "Rammed Earth Lecture Theatre, CAT". Rammed Earth Consulting. London, England, UK. Diakses tanggal Februari 4, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

  • "Earth to Saltspring". Western Living. 23 (10). Vancouver, British Columbia, Canada: Western Living. Oktober 2003. ISSN 0824-0604. OCLC 20108901.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Rammed earth wall construction at Central Arizona College

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan