Minggu, 11 Oktober 2026
14:29 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Tanah padat

Tanah padat

Bagikan:
250px-Summer_Vacation_2007%2C_263%2C_Watchtower_In_The_Morning_Light%2C_Dunhuang%2C_Gansu_Province.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan mercusuar dinasti Han (202 SM - 220 M) Tiongkok yang terbuat dari tanah yang ditampatkan di Dunhuang, Provinsi Gansu, Tiongkok di ujung timur Jalur Sutra.

Tanah tumpat, juga disebut sebagai taipa[1] dalam bahasa Portugis, tapial atau tapia dalam bahasa Spanyol, pisé (de terre) dalam bahasa Prancis, dan hangtu (Hanzi:夯土; Pinyin:hāngtǔ), adalah sebuah teknik untuk membangun fondasi, lantai dan tembok memakai bahan-bahan mentah alami seperti tanah, kapur, gamping dan kerikil.[2] Tanah yang dimampatkan dapat dilakukan di setiap benua kecuali Antarktika.[3]

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rammed earth.
  1. ↑ Fleming, John; Honour, Hugh; Pevsner, Nikolaus (1966). The Penguin Dictionary of Architecture. drawings by David Etherton (Edisi 1st). London, England, UK and New York, New York, USA: Penguin Books. ISBN 978-0-14-051241-0. OCLC 638962596.
  2. ↑ "Pisé terminology". Merriam-webster.com. Diakses tanggal 2018-10-03.
  3. ↑ Keable, Rowland. "Rammed Earth Lecture Theatre, CAT". Rammed Earth Consulting. London, England, UK. Diakses tanggal Februari 4, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

  • "Earth to Saltspring". Western Living. 23 (10). Vancouver, British Columbia, Canada: Western Living. Oktober 2003. ISSN 0824-0604. OCLC 20108901.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Rammed earth wall construction at Central Arizona College

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan