Jumat, 30 Oktober 2026
16:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tanah padat

Tanah padat

Bagikan:
250px-Summer_Vacation_2007%2C_263%2C_Watchtower_In_The_Morning_Light%2C_Dunhuang%2C_Gansu_Province.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan mercusuar dinasti Han (202 SM - 220 M) Tiongkok yang terbuat dari tanah yang ditampatkan di Dunhuang, Provinsi Gansu, Tiongkok di ujung timur Jalur Sutra.

Tanah tumpat, juga disebut sebagai taipa[1] dalam bahasa Portugis, tapial atau tapia dalam bahasa Spanyol, pisé (de terre) dalam bahasa Prancis, dan hangtu (Hanzi:夯土; Pinyin:hāngtǔ), adalah sebuah teknik untuk membangun fondasi, lantai dan tembok memakai bahan-bahan mentah alami seperti tanah, kapur, gamping dan kerikil.[2] Tanah yang dimampatkan dapat dilakukan di setiap benua kecuali Antarktika.[3]

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rammed earth.
  1. ↑ Fleming, John; Honour, Hugh; Pevsner, Nikolaus (1966). The Penguin Dictionary of Architecture. drawings by David Etherton (Edisi 1st). London, England, UK and New York, New York, USA: Penguin Books. ISBN 978-0-14-051241-0. OCLC 638962596.
  2. ↑ "Pisé terminology". Merriam-webster.com. Diakses tanggal 2018-10-03.
  3. ↑ Keable, Rowland. "Rammed Earth Lecture Theatre, CAT". Rammed Earth Consulting. London, England, UK. Diakses tanggal Februari 4, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

  • "Earth to Saltspring". Western Living. 23 (10). Vancouver, British Columbia, Canada: Western Living. Oktober 2003. ISSN 0824-0604. OCLC 20108901.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Rammed earth wall construction at Central Arizona College

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan