Sabtu, 24 Oktober 2026
06:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Tanacetum parthenium

Tanacetum parthenium

Bagikan:
Tanacetum parthenium
250px-Feverfew.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Tanacetum
Spesies:
T. parthenium
Nama binomial
Tanacetum parthenium
(L.) Sch. Bip.
Sinonim
  • Chrysanthemum parthenium (L.) Bernh.
  • Matricaria parthenium L.
  • Pyrethrum parthenium (L.) Sm.

Tanacetum parthenium (Inggris: Feverfew, Jerman: Mutterkraut) adalah tumbuhan semak dari keluarga Asteraceae. Tumbuhan ini tingginya 30–80 cm dan mempunyai bau yang mirip bau jeruk nipis. Daun tanaman ini berwarna hijau muda, tidak memiliki bulu, berbentuk lonjong yang tepinya bergerigi. Diameter bunga tanaman ini besarnya sekitar 13–22 mm. Petal atau kelopak bunga tanaman ini berwarna putih dan mengelilingi bagian tengahnya yang berwarna kuning. Bunga tanaman ini sangatlah mirip dengan bunga tanaman Chamomilla recutita.

Tanaman ini tumbuh dengan baik di tanah yang agak liat tetapi subur. Asal tanaman ini adalah daerah timur dari Laut Tengah. Oleh sebab itu, tanaman ini tidak dapat hidup setelah musim dingin.

Kegunaan sebagai obat

Tanacetum parthenium pertama kali diperkenalkan oleh Dioskurides pada abad ke-1 masehi. Pada Abad Pertengahan, tanaman ini digunakan untuk mengobati sakit kepala dan demam. Tanaman ini juga dapat menyebabkan pelepasan plasenta pada wanita hamil.

Tanacetum parthenium digunakan juga untuk mengurangi seringnya sakit kepala. Tanaman ini juga membantu pencernaan makanan serta untuk menyerang parasit di usus. Selain itu, tanaman ini juga digunakan sebagai obat luar untuk kulit bernanah dan membantu menolak serangga.

Zat aktif yang terkandung dalam tumbuhan ini bernama parthenolid. Zat ini mencegah terbentuknya prostaglandin di tubuh. Akhir-akhir ini, manfaat tumbuhan ini dilihat sebagai kemungkinan obat alternatif untuk mengobati leukemia.

Saat ini belum ada data-data ilmiah tentang penggunaan tanaman ini pada masa hamil dan menyusui. Oleh karen itu penggunaan pada masa ini belum bisa dianjurkan.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tanacetum parthenium.
Tanacetum parthenium
Matricaria parthenium
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan