Minggu, 08 November 2026
06:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Taijiquan

Taijiquan

Seni bela diri dari Tiongkok

Bagikan:
Tàijíquán
(太極拳)
120px-Yin_and_Yang_symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dantian paling bawah di dalam Taijiquan:
Yin dan Yang berputar,
sementara intinya kembali ke dalam kesunyian (wuji).
250px-Yang-single_%28restoration%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yang Chengfu (ca 1931) saat peragaan tunggal Gaya Yang Taijiquan
Juga dikenal sebagaiTàijí; T'ai chi
FokusTaoisme dan campuran
Kekerasan
  • Kompetisi
  • Kontak ringan (mendorong tangan, tanpa memukul)
  • Kontak penuh (pukulan, tendangan, lemparan, dan lain-lain)
Negara Asal Tiongkok
PembuatChen Wangting atau Zhang Sanfeng
Praktisi terkenal
Olahraga olimpikHanya didemonstrasikan
Taijiquan
NegaraTiongkok
Referensi424
KawasanAsia-Pasifik
Sejarah Inskripsi
Inskripsi2020
Taijiquan
Hanzi tradisional: 太極拳
Hanzi sederhana: 太极拳
Makna harfiah: "Taiji Boxing"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Tàijíquán
- Wade-Giles: T'ai4-chi2 ch'üan2
Min Nan
- Romanisasi POJ: Thài-ke̍k kûn
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Taai-gihk kyùhn
- Jyutping: Taai3-gik6 kyun4
Bagian dari seri tentang
Seni bela diri Tiongkok
250px-Shaolinsi.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daftar seni bela diri Tiongkok
Istilah
Tempat bersejarah
Tokoh bersejarah
Figur legendaris
Lain-lain

Taijiquan (Hanzi tradisional: 太極拳; Hanzi:太极拳; Pinyin: tàijíquán; Wade-Giles: t'ai4 chi2 ch'üan2), yang biasa dikenal sebagai Taichi (Hanzi sederhana:太极; Hanzi tradisional:太極; Pinyin:Tàijí), adalah sebuah bentuk seni bela diri dan senam kesehatan aliran halus dari Tiongkok. Taichi terbagi menjadi berbagai "gaya" yang pada dasarnya berasal dari satu akar dan konsep dasar yang hampir sama, tetapi bentuk gerakannya berbeda-beda.[1]

Adapun gaya-gaya Taichi yang terkenal adalah gaya Chen, gaya Yang, gaya Sun, dan gaya Wu. Di antara gaya-gaya terkenal tersebut, gaya Yang lah yang sangat terkenal.[1] Gaya Yang telah menjadi standar pengajaran Taichi di seluruh dunia, lewat sebuah rangkaian gerak yang disebut "Beijing 24 steps" (Senam Gaya Taichi 24 langkah) yang telah distandardisasi oleh pemerintah Tiongkok sebagai bentuk baku untuk mengajarkan Taichi.[2]

Sejarah

Menurut legenda Taichi diciptakan oleh Zhang Sanfeng (di Indonesia dikenal sebagai Thio Sam Hong) seorang pendeta Tao yang hidup pada abad ke-12, dan dari ajaran dia ini kemudian dikembangkan oleh Chen Wangting pada abad ke-15. Dari ajaran Chen Wangting inilah lahir Taichi gaya Chen, gaya yang tertua. Gaya Chen ini kemudian dimodifikasi lagi oleh murid-murid di generasi berikutnya, sehingga lahirlah gaya Yang, didirikan oleh Yang Luchan pada abad ke-16, gaya Wu oleh Wu Yuxiang pada abad ke-17 dan gaya Sun oleh Sun Lutang pada abad ke-19.

Senam Taichi kemudian berkembang menjadi bentuk latihan yang digemari, karena memiliki manfaat kesehatan yang baik dan, dengan latihan yang tekun dan sangat mendalam, bisa digunakan untuk pembelaan diri. Oleh karena itu, pemerintah Tiongkok kemudian menciptakan jurus standar untuk pengajaran senam Taichi ini sebagai bagian dari olahraga Wushu, yang dikenal dengan nama 24 langkah Taiji Beijing pada tahun 1956, dan 42 langkah Taiji kompetisi pada tahun 1989. Kedua set standard ini dianggap lebih mudah untuk diajarkan dan ditampilkan daripada jurus tradisional yang lebih panjang dan sulit.

Taichi di Indonesia

Hingga kini, senam Taichi masih menjadi bagian dari pelajaran di berbagai klub wushu dan kungfu di Indonesia. Atlet Wushu Indonesia, Zaenab, berhasil memperoleh medali perunggu di nomor Taichi yang diadakan pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand.

Selain dikembangkan di klub-klub Wushu, dikembangkan juga senam Taiji di klub-klub khusus Taiji yang tidak menekankan pada kompetisi Wushu, misalnya di klub ADYTI (Asosiasi Dong Yue Taijiquan Indonesia), ( PORPI (Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia), Klub Taichi Adipranata, dan masih banyak lagi klub-klub lainnya. Selain itu juga terdapat beberapa Master Taiji yang bersifat independen, yang tidak mendirikan perguruan khusus, tetapi mengajarkan kepada beberapa murid tertentu secara personal.

Referensi

  1. 1 2 Wile, Douglas (2007). "Taijiquan and Taoism from Religion to Martial Art and Martial Art to Religion". Journal of Asian Martial Arts (dalam bahasa Inggris). 16 (4). Via Media Publishing. ISSN 1057-8358.
  2. ↑ http://www.taiji.de

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan