Sabtu, 24 Oktober 2026
09:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Ruruhi

Ruruhi

spesies tumbuhan bergenus Syzygium

Bagikan:

Ruruhi (Syzygium rubrocarpum),[1] ubol,[2] atau nggalubong adalah tumbuhan endemik dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari pulau Sulawesi.[3] Tumbuhan ini perdana dideskripsikan secara ilmiah di tahun 2025 oleh Arifin Surya Dwipa Irsyam, Irfan Martiansyah, dan Muhammad Rifqi Hariri.[4]

Ruruhi
250px-Sygizium_rubrocarpum_from_Banggai_Kepulauan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah ruruhi dari Banggai Kepulauan
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. rubrocarpum
Nama binomial
Syzygium rubrocarpum
I. Martiansyah, M.R.Hariri & A.S.D.Irsyam (2025)[4]
Artikel takson sembarang

Taksonomi dan penamaan

Sygyzium rubrocarpum diidentifikasi sah secara ilmiah di tahun 2025. Penetapan ini merupakan hasil kolaborasi penelitian jangka panjang antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) serta Herbarium Bandungense, yang dilakukan oleh Arifin Surya Dwipa Irsyam, Irfan Martiansyah, dan Muhammad Rifqi Hariri.[1] Hasil dari penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal internasional Phytotaxa pada tanggal 19 Agustus, berjudul "Syzygium rubrocarpum (Myrtaceae): a new species of Wallacean Syzygium with red-colored globose berries" dengan DOI 10.11646/phytotaxa.715.2.5.[4]

Sebelumnya ruruhi kerap dikenal sebagai Syzygium polycephalum (Miq.) Merr. & L. M. Perry “gowok” dalam banyak penelitian-penelitian ilmiah. Namun, temuan terbaru mengklarifikasikan bahwa Syzygium rubrocarpum memang spesies yang berbeda dengan gowok berdasarkan analisis morfologi dan genetik.[1]

Nama spesies rubrocarpum berasal dari dua kata Latin. Rubro yang berarti merah dan carpum, yang berarti buah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Dalam Semangat HUT RI ke-80, Herbarium Bandungense SITH ITB dan BRIN Umumkan Spesies Jambu Baru dari Sulawesi Tenggara". SITH ITB. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. 20 Agustus 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2025. Diakses tanggal 23 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Budianto (2021). KAMUS BAHASA BANGGAI (Moinsalean Banggai). Banggai: LSM MONGKINDONDOK. hlm. 422. Diakses tanggal 23 Agustus 2025.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Tumbuhan Baru Endemik Sulawesi Tenggara Ditemukan Seiring Momen HUT ke-80 RI". Koran Jakarta. Koran Jakarta. 20 Agustus 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2025. Diakses tanggal 23 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Martiansyah, Irfan; Hariri, Muhammad Rifqi; Irsyam, Arifin Surya Dwipa (19 Agustus 2025). "Syzygium rubrocarpum (Myrtaceae): a new species of Wallacean Syzygium with red-colored globose berries". Phytotaxa (dalam bahasa Inggris). 715 (2). Auckland, New Zealand: Magnolia Press: 153–158. doi:10.11646/phytotaxa.715.2.5. eISSN 1179-3163. ISSN 1179-3155.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan