Selasa, 03 November 2026
14:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Amadou Bamba

Amadou Bamba

Bagikan:
250px-AhmadouBamba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ahmadou Bamba

Amadou Bamba (bahasa Wolof:Aamadu Bamba Mbàkke, bahasa Arab:أحمد بن محمد بن حبيب الله Aḥmad ibn Muḥammad ibn Ḥabīb Allāh, 1850–1927),[1] juga dikenal dengan julukan Khādimu 'r-Rasūl (خادِم الرسول) atau "Hamba Rasulullah" dan Sëriñ Tuubaa atau "Sheikh Tuubaa", adalah seorang sufi yang sangat terkenal di Senegal. Ia juga seorang yang dihormati dan pendiri dari persaudaraan Mauride atau tarekat Mauridiyah. Ia dikisahkan menerima petunjuk dari Allah SWT dalam bentuk cahaya di bawah sebuah pohon di daerah ini pada tahun 1887. Dulunya tempat ini sangat terpencil di rimba belantara.

250px-Cheikh_Ahmadou_Bamba_1918-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cheikh Ahmadou Bamba (1918)

Kepopuleran Syekh Amadou membuat banyak orang mengunjunginya. Hal ini membuat pemerintahan Prancis yang waktu itu berkuasa di tempat ini cemas, sehingga sang syekh ditangkap dan dibuang ke Gabon (1895-1902) dan Mauritania (1903-1907). Strategi ini tidak berhasil, penahanan Syekh Amadou justru membuat para pengikutnya menjadi kian memujanya.

Sheikh Ahmadou Bamba memimpin perlawanan damai terhadap kekaisaran kolonial Prancis, tidak seperti perjuangan fisik yang dilancarkan oleh marabout-marabout Tijaniyyah. Ia juga telah menulis berbagai puisi dan risalah mengenai meditasi, ritual, kerja dan Al-Quran.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Ngom, Fallou (2009-01-01). "Aḥmadou Bamba's Pedagogy and the Development of 'Ajamī Literature". African Studies Review. 52 (1): 103. JSTOR 27667424.

Catatan kaki


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan