Minggu, 01 November 2026
07:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Syair Tabut

Bagikan:

Syair Tabut adalah sebuah syair dalam bahasa Melayu yang ditulis pada tahun 1864 di Singapura. Pengarang syair ini, Encik Ali, berasal dari Bengkulu. Syair ini menceritakan perayaan keagamaan Tabut di Singapura yang biasanya diselenggarakan di bulan Muharam. Syair Tabut merupakan satu-satunya keterangan saksi mata tentang perayaan Tabut di Singapura dari sudut pandang orang Melayu. Perayaan keagamaan tersebut dilarang oleh pemerintah kolonial Inggris setelah tahun 1864, karena dianggap mengganggu ketertiban sosial. Larangan tersebut masih berlaku sampai sekarang.[1]

Satu-satunya syair yang panjangnya 146 bait ini tersimpan di Universitas Leiden, Belanda. Manuskrip salinan tersebut sebagian besar merupakan hasil cetakan batu, tetapi lembaran terakhir ditulis tangan.[2]

Referensi

  1. ↑ Lunn, David (7 Agustus 2019). "The Syair Tabut, an overlooked scroll". Leiden Special Collection Blog. Diakses tanggal 17 Agustus 2019.
  2. ↑ Byl, Julia; Raja Iskandar bin Raja Halid; Lunn, David; McCallum, Jenny (2017). "'One story ends and another begins': Reading the Syair Tabut of Encik Ali". Indonesia and Malay World. 45 (133): 421–438. doi:10.1080/13639811.2017.1374004.

Lihat pula

Pranala luar


Singapura

Artikel bertopik Singapura ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan