Rabu, 28 Oktober 2026
14:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sutopo Juwono

Sutopo Juwono

anggota militer Indonesia

Bagikan:
Sutopo Juwono
250px-Koningin_Juliana_ontvangt_op_Huis_ten_Bosch_de_minister_van_Sociale_Zaken_van_In%2C_Bestanddeelnr_927-2777_%28Sutopo_Yuwono%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gubernur Lemhannaske-5
Masa jabatan
1978–1983
WakilHadi Thayeb
Ilen Surianegara
PendahuluSayidiman Suryohadiprojo
PenggantiSoebijakto
Kepala Badan Koordinasi Intelijen NegaraKe-7
Masa jabatan
21 November 1968 –16 Januari 1974
PresidenSoeharto
PendahuluSoedirgo
PenggantiYoga Soegomo
Pangdam X/Lambung MangkuratKe-5
Masa jabatan
15 November 1965 –19 Maret 1966
PendahuluBrigjen TNI Amir Machmud
PenggantiBrigadir Jenderal TNI Sabirin Mochtar
Informasi pribadi
Lahir(1927-05-14)14 Mei 1927
Meninggal19 Februari 1999(1999-02-19) (umur 71)
Suami/istriSunarni Gondosaputro
Anak5
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-Pdu_letjendtni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Sutopo Juwono (14 Mei 1927 – 19 Februari 1999)[1] adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen pada tahun 1970 hingga 1974 dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional dari tahun 1978 sampai 1983. Sutopo menikah dengan Sunarni Gondosaputro dan dianugerahi lima anak (satu di antaranya meninggal pada tahun 1980).

Karier Militer

Selepas Sekolah Teknik Menengah (STM) jurusan kimia teknik, Sutopo berkesempatan masuk Akademi Militer di Tokyo, Jepang. Bergabung dengan BKR (cikal bakal TNI) pada masa Revolusi Kemerdekaan, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan, Prodjohandoko dan RA Rosmi ini bertugas di bagian R (rahasia). Sutopo tercatat sebagai salah seorang pendiri Badan Rahasia Negara yang dipimpin Kolonel Zulkifli Lubis. Pada tahun 1955, Sutopo masuk Seskoad bersama sejumlah perwira yang kelak berperan dalam masa Orde Baru, seperti Daryatmo, Makmun Murod, Widodo, Poniman dan Rais Abin. Kembali dari tugas belajar pada Sekolah Staf dan Komando Tentara AS di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat, Sutopo mengajar mata kuliah Serangan Khusus dan Kerja Sama AD dan AU di Seskoad.

Pada tahun 1963 sampai 1965, Sutopo mengemban jabatan teritorial sebagai Kepala Staf Kodam X Lambung Mangkurat, lalu Kodam Jakarta Raya (Jaya). Setelah tahun 1967, Sutopo menjadi Asisten Interlijen dan Keamanan dari Panglima Angkatan Darat sampai tahun 1970 dengan merangkap jabaran Asisten Intelijen Komando Pemulihan, Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Hal tersebut membuat posisi Sutopo menjadi penting.[2]

Sutopo menggantikan kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) yang lama Yoga Sugama yang dicopot.[2] Ketika menjadi Kabakin, Sutopo mencatat sejumlah sukses, di antaranya membongkar penyamaran chief intelijen militer Soviet yang masuk ke Indonesia. Kariernya di Bakin berakhir bersamaan dengan meletusnya peristiwa Malari.

Kepala Staf Kodam V Jaya dalam masa penumpasan G-30-S/PKI ini juga pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Belanda periode 1974-1978. Pada masa itulah lahir Kesepakatan Wassenaar antara Indonesia dan Belanda mengenai penyelesaian orang Maluku yang menetap di sana, baik yang terlibat gerakan separatis Republik Maluku Selatan di Maluku Selatan maupun yang tidak.

Hubungannya dengan Prabowo

Sutopo memberikan sponsor kepada Prabowo Subianto agar Prabowo dapat belajar Akabri di Magelang. Oleh karena itu, bagi Prabowo Subianto, Sutopo memiliki jasanya tersendiri.

Meninggal Dunia

250px-R._Sutopo_Yuwono_-_TMP_Kalibata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto nisan makam R. Sutopo Yuwono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan

Sutopo meninggal dunia pada hari Jumat, 19 Februari 1999 pukul 06.45 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, karena penyakit paru-paru basah yang dideritanya.[1] Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 22 Februari 1999.


Penghargaan

Sutopo menerima banyak penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya;[3][4]

Baris ke-1 Bintang Mahaputera Utama (8 Agustus 1973)[5] Bintang Gerilya
Baris ke-2 Bintang Dharma Bintang Kartika Eka Paksi Pratama Bintang Jalasena Pratama
Baris ke-3 Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama Bintang Bhayangkara Pratama Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
Baris ke-4 Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun Satyalancana Perang Kemerdekaan I
Baris ke-5 Satyalancana Perang Kemerdekaan II Satyalancana G.O.M I Satyalancana G.O.M II
Baris ke-5 Satyalancana Dwidya Sistha Satyalancana Wira Dharma Satyalancana Penegak
Baris ke-6 Order of National Security Merit - 2nd Class (Gukseon Medal) - Korea Selatan Grand Officer of the Order of Orange-Nassau - Belanda Panglima Setia Mahkota (P.S.M.) - Malaysia (1972)[6]


Referensi

  1. 1 2 "Letjen Sutopo Yuwono Meninggal". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-21. Diakses tanggal 2018-01-21.
  2. 1 2 Ahsan, Ivan Aulia. "Sutopo Juwono dan Sikut-Sikutan Intel Orde Baru". tirto.id. Diakses tanggal 2023-11-18.
  3. ↑ Lembaga Pemilihan Umum 1983, hlm. 660. sfn error: tanpa target: CITEREFLembaga_Pemilihan_Umum1983 (bantuan)
  4. ↑ Balai Pustaka, Indonesia (1978). Bunga rampai Soempah Pemoeda. Indonesia: Yayasan Gedung-Gedung Bersejarah Jakarta. hlm. 163.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Senarai Penuh Penerima Darjah Kebesaran, Bintang dan Pingat Persekutuan Tahun 1972" (PDF).
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan