Jumat, 23 Oktober 2026
14:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Sutan Muhammad Zain

Sutan Muhammad Zain

Pakar Bahasa dari Indonesia

Bagikan:
Soetan Moehammad Zain
250px-Sutan_Mohammad_Zain%2C_Pekan_Buku_Indonesia_1954%2C_p84.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sutan Muhammad Zain, 1954
Lahir1886
Meninggal6 April 1962 (umur 76)
AlmamaterRijksuniversiteit Leiden, Belanda
PekerjaanPengajar, aktivis kemerdekaan
Dikenal karenaPakar Bahasa Indonesia
Pasangan menikahSiti Murin
AnakDr. Sutan Zairin Zain
Sutan Basir Zain
Sutan Aziz Zain
Sutan Rustam Zain
Drg. Yetty Rizali Noor
Prof. Drs. Sutan Harun Alrasjid Zain
Ir. Sutan Maliksyah Zain

Prof. Sutan Muhammad Zain (lahir di Sungai Pasak, Padang Pariaman, Westkust van Sumatra, Hindia Belanda, 1886 – meninggal di Tokyo, Jepang, 6 April 1962 pada umur 76 tahun)[1] adalah seorang pakar bahasa terkemuka di Indonesia. Dia menyusun gramatika Bahasa Melayu, yang menjadi pendahulu dan dasar-dasar gramatika Bahasa Indonesia.

Kehidupan

Sejak tahun 1911, Prof. Sutan Muhammad Zain telah menjadi guru Bahasa Melayu di Prince Hendrik School, Batavia. Pada tahun 1923, Zain mendapat beasiswa untuk belajar di Rijksuniversiteit Leiden Belanda, sampai akhirnya menjadi pribumi Indonesia pertama yang memiliki ijazah tertinggi dalam penguasaan Bahasa Melayu serta diakui di kalangan ilmiah.

Selain giat mengembangkan Bahasa Indonesia, Zain juga aktif sebagai aktivis pergerakan. Ia menjadi ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) (1914-1922), anggota Gemeente Raad (1920-1922), dan anggota Volksraad.[2]

Pada zaman Jepang, untuk pertama kalinya Zain menyusun gramatika Bahasa Melayu, yang menjadi pendahulu dan dasar-dasar gramatika Bahasa Indonesia. Dalam bukunya "Djalan Bahasa Indonesia", untuk pertama kalinya dikenal apa yang kini disebut sebagai kata benda, kata kerja, kata sandang dan seterusnya.

Salah satu karya monumental lainnya adalah sebuah kamus yang cetakan pertamanya dilakukan pada tahun 1951 yaitu "Kamus Modern Bahasa Indonesia", yang kemudian dikembangkan oleh Jusuf Sjarif Badudu menjadi "Kamus Lengkap Badudu-Zain" yang diterbitkan tahun 1992.

Prof. Zain wafat pada 6 April 1962 setelah mengalami stroke dalam perjalanan pesawat udara dari Amerika Serikat menuju Tokyo, Jepang. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

Keluarga

Prof. Sutan Muhammad Zain menikah dengan Siti Murin, dan ia dikaruniai tujuh orang anak dan 15 orang cucu. Di antaraputra-putrinya ialah Dr. Sutan Zairin Zain (duta besar Indonesia), Sutan Basir Zain (tamat dari Prins Hendriek School di Batavia), Sutan Aziz Zain (mahasiswa kedokteran), Sutan Rustam Zain (salah satu pembentuk laskar Pemuda Republik Indonesia - PRI) Drg. Yetty Rizali Noor (dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, ketua umum Kowani, anggota DPR), dan Prof. Drs. Sutan Harun Alrasjid Zain (rektor Universitas Andalas, gubernur Sumatera Barat, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Ir. Sutan Maliksyah Zain (insinyur ITB dan Direktur Pantja Niaga di Jepang).

Karya-karya

  • Djalan Bahasa Indonesia
  • Kamus Modern Bahasa Indonesia
  • Jalan Bahasa Jepun
  • Kitab Soerat Menyoerat dalam Bahasa Indonesia
  • English dictionary; English-Indonesian
  • Zaman Baroe
  • Zaman Baru
  • Sejarah: Sriwijaya dan Kerajaan-kerajaan di Sumatra Era Klasik (telah diterbitkan 14 Okt 2017)
  • Biografi: Kenangan Peralihan Masa (telah diterbitkan 14 Okt 2017)

Jabatan dan tugas

Tugas-tugas yang pernah dilaksanakan oleh Prof. Sutan Muhammad Zain di antaranya:

Referensi

  1. ↑ Ensiklopedi Jakarta: Culture & Heritage: Volume 3, Yayasan Untuk Indonesia, Jakarta Raya (Indonesia). Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, 2005
  2. ↑ Hassan Shadily, Prof. Mr. Ag. Pringgodigdo, Ensiklopedi Umum, 1973

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan