Sabtu, 03 Oktober 2026
18:50 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
UHT

UHT

Bagikan:
250px-Milk-bottle%26cap%2Cjapan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Botol susu di Jepang

UHT (Ultra high temperature)[1] adalah metode pengawetan minuman, kebanyakan digunakan pada susu. Ini adalah sebuah alternatif untuk pasteurisasi.

Metode

Metode UHT dapat digunakan untuk jus buah, sup kalengan, sup, krim dan cairan lainnya.[2]

Sejauh ini yang paling umum metode UHT digunakan untuk mengawetkan susu. Susu terlebih dahulu dipanaskan selama 2-3 detik di suhu 135 sampai 150 °C dan segera didinginkan sampai 4-5 °C . Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti aslinya. Semua kuman atau mikroorganisme termasuk bakteri patogen (patogen) dihancurkan oleh suhu ultra tinggi. Susu ini dapat disimpan setidaknya enam minggu.[3]

Ada anggapan bahwa susu UHT lebih baik daripada susu bubuk meskipun hal ini sebenarnya tidak tepat. Susu bubuk sendiri berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya menggunakan spray dryer atau roller dryer. Secara umum, susu bubuk mengandung nutrisi yang sama dengan susu segar sebagai contoh kandungan protein dan kalsiumnya yang setara dengan susu segar.[4] Namun, kandungan beberapa jenis vitamin (seperti vitamin B dan C) pada susu bubuk memang lebih rendah.[5] Akan tetapi hal ini bukan masalah karena proses fortifikasi vitamin dan mineral biasa dilakukan guna menjamin kelengkapan nutrisi pada produk akhir susu bubuk. Susu bubuk juga memiliki keunggulan dalam hal umur simpan yang panjang (hingga 1 tahun jika kondisi penyimpanan baik) dan lebih mudah ditransportasikan.

Kelebihan susu UHT dibandingkan yang lain adalah:[butuh rujukan]

  • aman untuk dikonsumsi, karena telah bebas dari mikrob pembusuk dan mikrob penyebab penyakit,
  • memiliki warna, rasa dan penampakan yang mirip susu sapi segar,
  • susu bersifat awet dan tanpa bahan pengawet,
  • sangat praktis untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan kulkas,
  • mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "CFR - Code of Federal Regulations Title 21". FDA. April 1, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Mylona, Sofia (2021-01-22). "Ultra High Temperature (UHT) Beverage Processing". Thermtest. Diakses tanggal 2025-01-17.
  3. ↑ Smit, Gerrit, ed. (2003). Dairy processing: improving quality. Woodhead Publishing in Food Science and Technology. Cambridge: Woodhead. ISBN 978-1-85573-676-4.
  4. ↑ Kapiszka, mgr inż Alicja (2024-08-26). "Powdered milk - how is it made and where is it used?". Foodcom S.A. (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-01-17.
  5. ↑ "Kandungan Vitamin B Akan Menyusut dalam Susu Bubuk". Tempo. 3 Juni 2018 | 09.46 WIB. Diakses tanggal 2025-01-17.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan