Senin, 19 Oktober 2026
06:48 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Surat-Surat Kew

Surat-Surat Kew

Bagikan:
250px-StadhouderWillemV2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret van stadhouder Willem V der Nederlanden, penulis Surat-Surat Kew.

Surat-Surat Kew (juga disebut Catatan Lingkar Kew) adalah serangkaian surat yang ditulis oleh stadtholder William V, Pangeran Oranje antara tanggal 30 Januari dan 8 Februari 1795 dari "Rumah Belanda" di Istana Kew, tempat ia sementara menetap setelah mengungsi ke Inggris pada 18 Januari 1795. Surat-surat ini ditulis dalam kapasitasnya sebagai Kapten Jenderal Republik Belanda kepada otoritas sipil dan militer di provinsi Zeeland dan Friesland (yang belum menyerah pada waktu itu), para perwira armada kapal Belanda di pelabuhan Britania, dan gubernur kolonial Belanda, untuk melanjutkan perlawanan bekerjasama dengan Britania Raya melawan pasukan bersenjata Republik Prancis yang telah menjajah Republik Belanda dan memaksanya mengungsi ke Inggris. Di antara surat-surat tersebut, yang ditujukan kepada gubernur kolonial memainkan peran penting, karena surat tersebut memerintahkan mereka untuk menyerahkan koloni-koloninya kepada Britania "untuk keamanan".

Gubernur Malaka, Amboina, dan Sumatra Barat patuh tanpa perlawanan. Cochin menyerah setelah pengeboman singkat. Sisa-sisa kantung Belanda di India Selatan dengan cepat menyerah. Di tempat lain meski gubernurnya tidak mematuhi perintah pengalihan instalasi militernya kepada pihak Britania, banyak gubernur yang bingung dan tidak semangat karena surat tersebut.

Sumber

  • Israel, J.I. (1995), The Dutch Republic: Its Rise, Greatness and Fall, 1477-1806, Oxford University Press,ISBN 0-19-873072-1 hardback, ISBN 0-19-820734-4 paperback, p. 1127
  • (Belanda) Woelderink, B. and Muij-Fleurke, H.J. de (2005) Inventaris van de archieven van stadhouder Willem V (1745-1808) en de Hofcommissie van Willem IV en Willem V (1732-1794), Uitgeverij Verloren, ISBN 9065508902, p. 102 (No. 1007)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan