Kamis, 29 Oktober 2026
00:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Surat Barnabas

Surat Barnabas

Bagikan:
250px-St._Barnabas-Ikone.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikon St. Barnabas

Surat Barnabas adalah sebuah traktat Kristen pseudonim yang ditulis di Aleksandria pada akhir abad pertama Masehi.[1] Karangan ini berasal dari orang-orang Kristen Aleksandria yang berkebudayaan Yunani.[2] Surat ini mencela nilai ketaatan harfiah terhadap hukum-hukum ritual Yahudi.[1] Karya yang seluruhnya dalam bahasa Yunani ini terdapat pada Kodeks Sinaius.[1] Untuk beberapa kalangan Kristen, karya ini tampaknya sangat mendekati batas kanon Perjanjian Baru meskipun tidak pernah benar-benar diterima.[1] Dalam Surat Barnabas ini diusahakan untuk menunjukkan bahwa Perjanjian Lama hanya punya arti apabila dimengerti dari sudut pandangan Injil. Surat Barnabas merupakan kitab yang disebutkan banyak sekali pendeta gereja awal termasuk oleh Eusebius, Origenes, dan Jerome.[3] Ada pendapat bahwa Surat Barnabas ini ditemukan dalam Suriah Sinai, versi Alkitab abad ke-4 CE.[3] Meskipun tidak dikatakan dengan tegas, Surat Barnabas ini jelas-jelas menentang doketisme dan gnostis.[2] Ignatius, Polikarpus bersama dengan Surat Barnabas melawan gnostis tetapi tidak berhasil mengalahkan gnosis.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 W.R.F. Browning. 2009, Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hlm. 49.
  2. 1 2 3 C. Groenen. 2009, Sejarah Dogma Kristologi. Yogyakarta: Kanisius. hlm. 93.
  3. 1 2 Jerald F. Dirk. 2006, Salib di Bulan Sabit. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. hlm. 117.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan