Minggu, 25 Oktober 2026
21:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Parhelion

Parhelion

Bagikan:
250px-Fargo_Sundogs_2_18_09.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parhelion cemerlang di Fargo, Dakota Utara. Lengkungan halo melintasi setiap parhelion.
250px-AlcanSunbow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parhelion di atas Perbukitan Kluane dilihat dari Jalan Raya Alaska.

Parhelion (dari bahasa Yunani:παρήλιον, translit. parēlion, har. 'di samping Matahari'; dari kata παρά [para] berarti "di samping", dan ἥλιος [helios] berarti "Matahari"), juga disebut matahari semu[1] atau matahari bayangan,[2] adalah suatu fenomena optis yang menampakkan titik-titik terang di langit, sering kali pada cincin halo di sekeliling Matahari.[3]

Parhelion tampak sebagai pancaran cahaya berwarna di kiri-kanan Matahari, berjarak 22° dan pada jarak yang sama di atas cakrawala, dan pada halo es. Parhelion dapat dilihat di mana pun dan saat musim apapun, tetapi tidak selamanya tampak bercahaya dan cemerlang. Parhelion tampak jelas dan cerah saat Matahari tampak rendah.

Pembentukan dan ciri-ciri

250px-Parelio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parhelion terlihat di pusat Kota London

Umumnya parhelion tercipta dari kristal es piringan berbentuk segi enam pada awan sirus yang tinggi dan dingin, atau selama musim dingin yang amat dingin, oleh kristal es yang disebut debu intan yang tertiup di udara pada tingkat rendah. Kristal-kristal tersebut berfungsi sebagai prisma, membelokkan cahaya yang melewatinya dengan defleksi minimum 22°. Jika kristal-kristal tersebut terorientasi secara acak, maka lingkaran di sekeliling Matahari akan terlihat, yakni halo. Apabila kristal-kristal terbenam di udara dan tertata secara vertikal, maka cahaya Matahari terbiaskan secara mendatar. Dalam kasus ini, parhelion dapat terlihat.

Seiring Matahari yang semakin meninggi, cahaya yang melewati kristal-kristal tersebut semakin dicondongkan dari bidang datar. Sudut deviasi mereka bertambah dan parhelion semakin menjauhi Matahari.[4] Bagaimanapun, mereka selalu tampak di ketinggian yang sama dengan Matahari.

Parhelion tampak merah di sisi terdekat dengan Matahari. Semakin jauh, maka warnanya berubah dari jingga menjadi biru. Warna parhelion akhirnya menjadi putif saat berada di lingkaran parhelis (jika dapat terlihat).

Secara teori sangat memungkinkan untuk memprediksi pembentukan parhelion yang dapat terlihat di planet atau satelit lain. Mars mungkin memiliki parhelion yang terbentuk dari air es dan es CO2. Di planet raksasa gas — Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus — kristal-kristal lain membentuk awan amonia, metana, dan substansi lainnya yang dapat menciptakan halo dengan empat parhelion atau lebih.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ The American Heritage Dictionary of the English Language http://education.yahoo.com/reference/dictionary/entry/mock%20sun Diarsipkan 2012-07-08 di Wayback Machine
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-12. Diakses tanggal 2011-12-22.
  3. ↑ The American Heritage Dictionary of the English Language, 2004
  4. ↑ Cowley, L. "Effect of solar altitude". Atmospheric Optics. Diakses tanggal 2007-04-15.
  5. ↑ Cowley, L. "Other Worlds". Atmospheric Optics. Diakses tanggal 2007-04-15.


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan