Jumat, 16 Oktober 2026
00:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Sunat keagamaan

Sunat keagamaan

Bagikan:
250px-Coptic_Children_wearing_traditional_circumcision_costumes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak-anak Kubti Kristen di Mesir mengenakan kostum sunat tradisional.

Sunat keagamaan umumnya dilakukan tidak lama setelah seorang bayi lahir, pada masa kecil, atau sekitar masa pubertas sebagai bagian dari upacara peralihan. Ritual sunat keagamaan sangat ditonjolkan dalam Agama Yahudi dan Islam, serta dipraktikkan dalam Gereja Ortodoks Koptik,[1] Gereja Ortodoks Etiopia, dan Gereja Ortodoks Eritrea.

Sebagian besar negara dengan mayoritas penganut agama Kristen memiliki tingkat penyunatan yang rendah (seperti di Eropa dan Amerika Selatan), sementara sunat nonkeagamaan merupakan hal umum di beberapa negara mayoritas Kristen seperti Amerika Serikat,[2] dan Filipina,[3] dan Afrika Utara dan Afrika Barat. Sunat merupakan hal umum di negara-negara seperti Kamerun,[3] Republik Demokratik Kongo,[3] Ethiopia,[3] Eritrea,[3] Ghana,[3] Liberia,[3] Nigeria[3] dan Kenya.[3] Sunat juga banyak dipraktikkan di kalangan Kristen dari Korea Selatan, Mesir, Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina, Israel dan Afrika Utara.[1] Tingkat penyunatan di Oseania sebelumnya tinggi tetapi sekarang relatif rendah.

Gereja Katolik menentang sunat keagamaan bagi umatnya, dan memperbolehkan praktik sunat nonkeagamaan (misalnya dengan tujuan kesehatan).[4] Sementara itu, sunat merupakan kebiasaan dalam Gereja Koptik, Gereja Ortodoks Etiopia dan Gereja Ortodoks Eritrea, yang mempertahankannya sebagai upacara peralihan.[5][6][1]

Penentang sunat keagamaan menggap hal tersebut sebagai bentuk mutilasi (pencacatan) kelamin laki-laki.[7][8]

Referensi

  1. 1 2 3 Adams, Gregory; Adams, Kristina (2012). "Circumcision in the Early Christian Church: The Controversy That Shaped a Continent". Dalam Bolnick, David A.; Koyle, Martin; Yosha, Assaf (ed.). Surgical Guide to Circumcision. London: Springer-Verlag. hlm. 291–298. doi:10.1007/978-1-4471-2858-8_26. ISBN 978-1-4471-2857-1.
  2. ↑ Ray, Mary G. "82% of the World's Men are Intact", Mothers Against Circumcision, 1997.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Male circumcision: Global trends and determinants of prevalence, safety and acceptability" (PDF). World Health Organization. 2007.
  4. ↑ Slosar, J.P.; D. O'Brien (2003). "The Ethics of Neonatal Male Circumcision: A Catholic Perspective". American Journal of Bioethics. 3 (2): 62–64. doi:10.1162/152651603766436306. PMID 12859824.
  5. ↑ Van Doorn-Harder, Nelly (2006). "Christianity: Coptic Christianity". Worldmark Encyclopedia of Religious Practices. 1. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-22.
  6. ↑ "Circumcision". Columbia Encyclopedia. Columbia University Press. 2011.
  7. ↑ Milos, Marilyn Fayre; Macris, Donna (Maret–April 1992). "Circumcision: A Medical or a Human Rights Issue?". Journal of Nurse-Midwifery. 37 (2: Supplement). Elsevier: S87–S96. doi:10.1016/0091-2182(92)90012-R. PMID 1573462. Diakses tanggal 26 April 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Aldeeb Abu-Sahlieh, Sami A. (1994). "To Mutilate in the Name of Jehovah or Allah: Legitimization of Male and Female Circumcision". Medicine and Law. 13 (7–8). World Association for Medical Law: 575–622. PMID 7731348.; Aldeeb Abu-Sahlieh, Sami A. (1995). "Islamic Law and the Issue of Male and Female Circumcision". Third World Legal Studies. 13. Valparaiso University School of Law: 73–101. Diakses tanggal 13 Februari 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Works cited:

  • Glick, Leonard B. Marked in Your Flesh: Circumcision from Ancient Judea to Modern America. New York: Oxford University Press, 2005. (ISBN0-19-517674-X)

Artikel ini memadukan teks dari Jewish Encyclopedia 1901–1906 , sebuah terbitan yang kini berada di ranah publik. The rabbinic literature and Converts to Judaism are sections are an evolution of the corresponding article which gives the following Bibliography:

  • Pocock, Specimen Historiœ Arabum, pp. 319 et seq.;
  • Millo, Histoire du Mahométisme, p. 350;
  • Hoffmann, Beschneidung, in Ersch and Gruber, Encyc.;
  • Steinschneider, Die Beschneidung der Araber und Muhammedaner, in Glassberg, Die Beschneidung;
  • Jolly, Etude Critique du Manuel Opératoire des Musulmans et des Israélites, Paris, 1899.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan