Senin, 19 Oktober 2026
09:35 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Sunan Ambu

Bagikan:

Sunan Ambu adalah sosok perempuan gaib penguasa khayangan dalam kepercayaan Sunda buhun. Namun peranannya lebih dari itu, karena sosoknya juga dianggap sebagai "ibu" dari kebudayaan Sunda. Arti Sunan Ambu sendiri berasal dari Bahasa Sunda Susuhunan Ambu, Susuhunan adalah "seseorang yang dimuliakan", sementara ambu bermakna "ibu". Maka dapat diartikan sebagai "Ibu yang dimuliakan", "Ratu Ibu" atau "Dewi Ibu", yang di dalam mitologi masyarakat Sunda yang bermakna sebagai "ibu" yang merawat tanah air serta lingkungan hidup yang harus dimuliakan.

Nama Sunan Ambu dapat ditemukan di cerita-cerita rakyat seperti "Lutung Kasarung" dan "Mundinglaya Dikusumah", yang menjelaskan bahwa penguasa kahyangan adalah sosok perempuan yang memiliki nama Sunan Ambu. Hakikat bahwa yang menjadi penguasa kahyangan adalah perempuan mungkin merupakan manifestasi dari kepercayaan asli Sunda Buhun sebelum masuknya agama Hindu.

Hingga zaman Hindu di tanah Sunda pun, Sunan Ambu masih memiliki tempat di hati masyarakat Sunda. Ia memiliki wilayahnya sendiri yang berbeda dari tempat tinggal manusia maupun dewa-dewi, yaitu Padang Tengah (kahyangan) di mana ia berkuasa atas para pohaci (bidadari) dan bujangga (bidadara).

Nama Sunan Ambu ini dipakai oleh ISBI Bandung sebagai nama gedung pertunjukkan milik mereka yang digunakan untuk pertunjukan seni seperti pentas tari, wayang kulit, serta teater.[1]

Referensi

  1. ↑ m.tribunnews.com/2012/06/12/wayang-keroncong-di-stsi-menarik-minat-penonton|accessdate=2012-06-19}}

Pranala luar

  • [dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/lutung-kasarung.html Lutung Kasarung]


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan