
Sumber inspirasi (bahasa Inggris:Muse) adalah seseorang yang memberikan inspirasi kreatif kepada seorang seniman (seperti penulis, pelukis, komponis, dan sebagainya). Dalam perjalanan sejarah, sosok yang disebut muse biasanya (meskipun tidak selalu) adalah perempuan. Istilah muse berasal dari Muses, dewi-dewi Yunani kuno yang menjadi sumber inspirasi.
Sosok manusia yang menjadi sumber inspirasi selalu ada sepanjang sejarah. Pada masa modern, orang tertentu disebut sebagai sumber inspirasi; biasanya mereka adalah sahabat dekat dan kadang kekasih atau pasangan, yang menginspirasi atau memengaruhi karya seorang seniman karena sifat, karisma, kebijaksanaan, kecanggihan, erotisme, persahabatan intim, atau ciri lainnya. Kadang sumber inspirasi secara langsung menjadi model untuk lukisan dan patung tertentu atau tokoh dalam karya sastra, tetapi kadang tidak, melainkan hanya memberikan inspirasi bagi keseluruhan karya seniman.
Dalam bahasa Inggris, istilah muse sendiri berbeda dengan orang yang mungkin mengatur, mengajar, berteman, menikah, atau mendukung seniman tanpa memberikan inspirasi bagi karya mereka. Orang yang hanya menjadi model untuk lukisan atau patung juga tidak selalu disebut muse (meskipun bisa saja demikian).
Sosok sumber inspirasi modern yang meninggalkan jejak nyata dalam sejarah kebudayaan antara lain Regine Olsen (untuk Søren Kierkegaard), Fanny Brawne (untuk John Keats), Varvara Bakhmeteva (untuk Mikhail Lermontov), Elizabeth Siddal (untuk Pre-Raphaelite Brotherhood), Camille Claudel (untuk Auguste Rodin), Leila Waddell (untuk Aleister Crowley), Gala (untuk Salvador Dalí), Dora Maar (untuk Pablo Picasso), Aline Bernstein (untuk Thomas Wolfe), Yoko Ono (untuk John Lennon), Pattie Boyd (untuk Eric Clapton dan George Harrison), Uma Thurman (untuk Quentin Tarantino), Annabelle Neilson (untuk Alexander McQueen dan John Galliano), Victorine Meurent dan Méry Laurent (untuk Édouard Manet dan lainnya), serta banyak lagi. Muse kadang juga merupakan seniman itu sendiri (seperti Meurent, Siddal, Claudel, Ono, Maar, dan Thurman).
Bacaan lanjutan
- Prose, Francine; Jakobeit, Brigitte [in Jerman]; Höbel, Susanne [in Jerman] (2004). Das Leben der Musen. Von Lou Andreas-Salomé bis Yoko Ono [Kehidupan Para Muse: Dari Lou Andreas-Salomé hingga Yoko Ono] (dalam bahasa German). Munich: Nagel & Kimche. ISBN 978-3-312-00336-5.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - Thrash, T. M.; Maruskin, L. A.; Cassidy, S. E.; Fryer, J. W.; Ryan, R. M. (2010). "Mediating Between the Muse and the Masses: Inspiration and the Actualization of Creative Ideas". Journal of Personality and Social Psychology. 98 (3): 469–487. doi:10.1037/a0017907. PMID 20175625.
- Tuttler, Adele, ed. (2016). The Muse: Psychoanalytic Explorations of Creative Inspiration. Taylor & Francis. ISBN 978-1-317-51084-0.
Musai dalam mitologi Yunani | |
|---|---|
| Sembilan Musai | |
| Musai lainnya | |
| Terkait | |