Senin, 19 Oktober 2026
20:49 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Amaluddin Mangendar Alam

Raja Deli ke VI

Bagikan:

Sultan Panglima Amaluddin Mangendar Alam (1805-1850) adalah Raja Deli keenam dan putra ketiga dari Tuanku Panglima Gandar Wahid.[1][2] Ia memerintah dari tahun 1805 sampai tahun 1850.[1] Pada masa pemerintahannya, dan pengaruh Kesultanan Siak di Deli lebih kuat dibandingkan Kesultanan Aceh. Hal ini ditandai dengan pemberian gelar Sultan oleh Kesultanan Siak kepada Amaluddin Mangendar Alam pada 8 Maret 1914,[2] sehingga ia menjadi Raja Deli yang pertama yang memakai gelar Sultan.[1]

Pada masa pemerintahannya, perdagangan antardaerah semakin terbuka, sebab kedudukan pemerintahan yang berada di Labuhan Deli dekat dengan laut lepas. Akibatnya, perdagangan hasil bumi Deli dengan wilayah sekitarnya menjadi semakin lancar. Pada tahun 1823, Sultan Amaluddin Mangendar Alam tercatat melakukan pertemuan untuk membahas perdagangan dengan John Anderson, utusan Perusahaan Hindia Timur Inggris dari Penang, dalam kunjungannya ke pantai timur Sumatera.[2]

Sultan Amaluddin Mangendar Alam mangkat pada tahun 1850 dan digantikan oleh putranya Sultan Osman Perkasa Alam Shah.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 W, Conie Wisnu; Tarigan, Petrus P. (2023). Taneh Karo Bercerita. Guepedia.com. hlm. 80–82.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Ikhsan, Edy. Konflik Tanah Ulayat dan Pluralisme Hukum. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 22–23. ISBN 978-623-321-094-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Didahului oleh
Tuanku Panglima Gandar Wahid
'Sultan Deli'
1805-1850
Dilanjutkan oleh
Sultan Osman Perkasa Alam Shah
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan