Kamis, 22 Oktober 2026
21:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Suku Fermanggem

Bagikan:
Fermanggem
Daerah dengan populasi signifikan
Papua (Kabupaten Keerom)
Bahasa
Waris (Fermanggem) dan Indonesia (Melayu Papua)
Kelompok etnik terkait
Indonesia: Waris (Walsa), Waina, Manem, Amanab
PNG: Auwe, Daonda, Imonda, Ainbai, Kilmeri, Pagi

Suku Fermanggem (Fermanggen, Farmanggam, Farmakem, Framanggam)[1][2][3] adalah kelompok etnis yang tinggal di perbatasan Indonesia–Papua Nugini, tepatnya di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Indonesia.[4] Mereka memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dan tinggal bersama suku Walsa di kampung Ampas, Banda,[5][6][7] Kalimo, Yuwainda, Pund, dan Kalifam. Selain itu mereka juga tersebar di sekitar 14 kampung di wilayah PNG.[1]

Bahasa

Bahasa Fermanggem adalah sebuah bahasa Papua yang dituturkan oleh suku Fermanggem. Bahasa ini sebagian besar digunakan di kampung Ampas. Selain itu, bahasa ini juga dituturkan bersama dengan bahasa Walsa di kampung Banda.[8]

Menurut para penutur bahasa tersebut, bahasa Fermanggem berbatasan di sebelah timur, barat, dan selatan dengan bahasa Walsa, sedangkan di sebelah utara dituturkan bahasa Taikat.[8]

Kondisi sosial

Diketahui bahwa suku Fermanggem memiliki 11 klan (marga), yang sebagian besar tinggal di kampung Ampas dan Banda. Di Kampung Ampas, wilayah suku Fermanggem berbatasan dengan empat suku lain di Kabupaten Keerom, di sekitar perbatasan Indonesia–Papua Nugini.[9]

Mata pencaharian masyarakat Fermanggem sebagian besar adalah petani, sementara yang lain memiliki industri pengolahan kayu dan produksi furnitur. Sementara itu, para wanita merajut noken atau yang oleh masyarakat Fermanggem disebut bai, untuk mengisi waktu luang hasil panen kebun.[9]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Pugu, Melyana Ratana; Yani, Yanyan Mochamad (2019). "Human Security for Border Society: A Case Study at Waris Community at The Border of RI-PNG". Asia Pacific Studies (dalam bahasa Inggris). 3 (1). Jakarta: Universitas Kristen Indonesia: 11–24.
  2. ↑ Siregar, Oscar; Yaam, Paul; Palangan, M.; Hoor, Heskia; Mangge, Mozes (1983). Upacara Tradisional Peristiwa Alam dan Kepercayaan Daerah Irian Jaya. Jayapura: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. ↑ Sumardi, Joseph; Kadir, Akhmad; Lekito, Hendri (2023). "Tamne Yisan Kefase: Upaya Merawat Kerukunan Umat Beragama berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Keerom". CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua]]. 4 (2). Jayapura: Universitas Cenderawasih: 71–79.{{cite journal}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 49
  4. ↑ "Masyarakat Adat Waris Bersatu Dukung Program Bupati Piter Gusbager". papua.utusanindo.com. UtusanIndo. 1 Desember 2025. Diakses tanggal 28 Februari 2026.
  5. ↑ Aditya, Ivan (13 Desember 2023). "Suku Walas [sic] dan Fermanggem Sambut Satgas Perbatasan dengan Tarian Adat". www.krjogja.com. KRJogja. Diakses tanggal 28 Februari 2026.
  6. ↑ "TNI Amankan Ritual 2 Suku Hadapi Musim Berburu di Perbatasan RI-Papua Nugini". voi.id. Voice of Indonesia. 11 Desember 2023. Diakses tanggal 28 Februari 2026.
  7. ↑ Asra, M. Ikbal (8 Agustus 2024). "Komunitas Menoken Mamta Mengunjungi Kampung Ampas". witness.tempo.co. Tempo. Diakses tanggal 28 Februari 2026.
  8. 1 2 "Fermanggem". dapobas.kemendikdasmen.go.id. Persebaran Bahasa Daerah Berdasarkan Provinsi. Data Pokok Kebahasaan dan Kesastraan. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 28 Februari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  9. 1 2 Makawaru (10 September 2024). "Menoken Mambesak Bersama Masyarakat Adat di Kampung Ampas, Keerom". papuainside.id. Papua Inside. Diakses tanggal 28 Februari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan