Jumat, 30 Oktober 2026
18:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sudan Prancis

Sudan Prancis

wilayah jajahan Prancis di Afrika Barat dari 1880 hingga 1960, saat ini menjadi Negara Mali

Bagikan:
Sudan Prancis
Soudan français
Koloni di Afrika Barat Prancis
1880–1960
Flag of French Sudan
250px-French_Sudan_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hijau: Sudan Prancis
Limau: Afrika Barat Prancis
Abu-abu: Koloni Prancis lainnya
Hitam: Republik Prancis
Himne
La Marseillaise
Ibu kotaBamako1
Luas 
• 1959
1.241.238 km2 (479.245 sq mi)
Populasi 
• 1959
4407000
Sejarah
Era sejarahImperialisme Baru
• Didirikan
k. 1880
1959
Didahului olehDigantikan oleh
ksrKekaisaran
Wassoulou
ksrKekaisaran
Toucouleur
krjKerajaan
Kénédougou
krjKerajaan
Mossi
Afrika Barat Prancis
Federasi Mali
Sekarang bagian dari Mali
1 Kayes (1892–1899)

Sudan Prancis (bahasa Prancis:Soudan français; bahasa Arab:السودان الفرنسي as-Sūdān al-Faransī) adalah koloni Prancis di Afrika Barat Prancis yang memiliki dua periode eksistensi yang terpisah, pertama dari tahun 1890 sampai tahun 1899, lalu dari tahun 1920 sampai tahun 1960, ketika negara ini menjadi negara Mali yang merdeka. Wilayah ini dijadikan koloni Prancis pada tanggal 9 September 1880.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan