Senin, 26 Oktober 2026
16:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Subyakto

politisi Indonesia

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
40px-Ambox_rewrite.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini perlu dirapikan dan ditata ulang agar memenuhi pedoman tata letak Wikipedia. Silakan perbaiki artikel ini agar memenuhi standar Wikipedia. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis. (Oktober 2024)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Subyakto" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2024)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Subyakto" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Subyakto
Lahir14 Mei 1963 (umur 63)
Jepara, Indonesia
Pekerjaan

Subyakto adalah Komisaris Utama sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) BPR Arto Moro Semarang. Subyakto lahir di Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Jepara, pada 14 Mei 1963. Subyakto merupakan mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Demokrat yang mewakili Jawa Tengah. Subyakto bertugas di Komisi II yang menangani Pemerintahan daerah di Indonesia, otonomi daerah, Kementerian Dalam Negeri Indonesia, Badan Pertanahan Nasional dan Komisi Pemilihan Umum.

Subyakto dianugerahi gelar profesor dan menjadi Guru Besar di Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula). Subyakto dianggap telah berkontribusi secara aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu hukum di Indonesia. Subyakto tak hanya dikenal sebagai seorang akademisi dan praktisi hukum. Dalam perjalanan hidupnya, ia telah menapaki banyak jenjang pendidikan dan pengalaman yang mengukuhkan posisinya di berbagai bidang.

Pada awal kariernya Subyakto mendirikan kantor pengacara ‘Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM & Associates’, yang dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai salah satu firma hukum terkemuka, menangani klien-klien dari berbagai sektor, termasuk perbankan, pemerintahan, dan perseroan. Tahun 2002 menandai babak baru dalam hidupnya ketika ia memasuki dunia politik. Sebagai salah satu pendiri partai politik besar di Jawa Tengah, Subyakto diamanatkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Tengah.

Selanjutnya, dari tahun 2004 hingga 2006, Subyakto jmenjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jawa Tengah. Kinerjanya yang gemilang dalam fraksi ini mengantarkannya menjadi Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah pada periode 2004-2009. Dalam posisinya ini, ia berperan penting dalam merumuskan berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kinerja, pengabdian yang sudah teruji di tingkat provinsi kemudian mengantarkan Subyakto terpilih sebagai anggota DPR RI untuk masa bakti 2009-2014 sekaligus meneguhkan reputasinya sebagai tokoh yang berdedikasi untuk kemajuan masyarakat.

Setelah satu dekade berkecimpung di politik, Subyakto memutuskan untuk berkontribusi secara lebih langsung kepada masyarakat melalui dunia perbankan. Pada tahun 2014, ia memilih untuk fokus membesarkan BPR Arto Moro, perbankan yang didirikannya pada tahun 2008.

Di bawah kepemimpinannya, BPR Arto Moro mengalami perkembangan pesat. Dari peringkat 40 pada tahun 2015-2016 di Kota Semarang, lembaga perbankan ini berhasil tumbuh menjadi bank rural terbesar di Kota Semarang dengan aset Rp 1,25 Triliun* (data September 2024).

Pendidikan

Karier

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan