Senin, 02 November 2026
08:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stillfried & Andersen

Stillfried & Andersen

studio fotografi asal Jepang

Bagikan:
Takaboko_Island_hc.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sebuah cetakan yang diwarnai tangan karya Stillfried & Andersen, antara 1862 dan 1885

Firma Stillfried & Andersen, juga dikenal sebagai Ikatan Fotografi Jepang, adalah sebuah studio fotografi yang didirikan oleh Baron Raimund von Stillfried dan Hermann Andersen yang beroperasi di Yokohama, Jepang antara 1876 dan 1885. Firma tersebut juga memproduksi cetakan-cetakan fotografi dari foto negatif buatan Felice Beato.

Setelah setidaknya dua kali mengunjungi Jepang pada awal sampai pertengahan 1860an, fotografi dan bangsawan Austria Baron Raimund von Stillfried singgah di Yokohama pada 1868 dimana ia mempelajari fotografi dari Felice Beato. Pada Agustus 1871, ia mendirikan studio fotografi miliknya sendiri, yang dinamai Stillfried & Co.. Pada 1875, Hermann Andersen menjadi seorang karyawan dari Stillfried & Co. tetapi pada 1876, Andersen membentuk sebuah kerjasama dengan Stillfried shingga firma tersebut berganti nama menjadi Stillfried & Andersen. Inkarnasi lainnya dari firma tersebut adalah Asosiasi Fotografi Jepang, yang namanya mulai dipakai pada 1875.[1] Sampai 1885, firma tersebut dioperasikan dengan kedua namanya.

Catatan

  1. ↑ Listed in the "Japan Gazette" Hong List and Directory of 1875. Gartlan, 142, 181.

Referensi

  • Bennett, Terry. Early Japanese Images (Rutland, Vermont: Charles E. Tuttle Company, 1996), 42-44.
  • Canadian Centre for Architecture, Collections Online, s.v. "Stillfried & Andersen" Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine. Diakses pada 12 Mei 2006.
  • Clark, John. Japanese Exchanges in Art, 1850s to 1930s with Britain, continental Europe, and the USA: Papers and Research Materials (Sydney: Power Publications, 2001).
  • Dobson, Sebastian. "Yokohama Shashin". In Art & Artifice: Japanese Photographs of the Meiji Era – Selections from the Jean S. and Frederic A. Sharf Collection at the Museum of Fine Arts, Boston (Boston: MFA Publications, 2004), 15-28, 37.
  • Edel, Chantal. Mukashi, Mukashi: Le Japon de Pierre Loti, photographies par Beato et Stillfried (Paris: Arthaud, 1984), 15.
  • Gartlan, Luke. "A Chronology of Baron Raimund von Stillfried-Ratenicz (1839-1911)". In Japanese Exchanges in Art, 1850s to 1930s with Britain, continental Europe, and the USA: Papers and Research Materials (Sydney: Power Publications, 2001), 125-.
  • Handy, Ellen. "Tradition, Novelty, and Invention: Portrait and Landscape Photography in Japan, 1860s-1880s". In A Timely Encounter: Nineteenth-Century Photographs of Japan (ex. cat.; Cambridge, Massachusetts: Peabody Museum Press, 1988), 57.
  • Rosenberg, Gert. Wilhelm Burger: Ein Welt- und Forschungsreisender mit der Kamera: 1844-1920 (Vienna: Christian Brandstätter, 1984), 25-26.
  • Rosenblum, Naomi. A World History of Photography (New York: Abbeville Press, 1984), 172.
  • Turner, Jane, ed. The Dictionary of Art, vol. 29 (New York: Grove, 1996), 663.
  • Worswick, Clark. Japan: Photographs, 1854-1905 (New York: A. Knopf, 1979), 134-135, 144, 147.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan