Sabtu, 24 Oktober 2026
01:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Statistika Bayes

Bagikan:

Statistika Bayes adalah sebuah teori di bidang statistika yang didasarkan pada interpretasi Bayes tentang probabilitas di mana probabilitas mengekspresikan tingkat kepercayaan pada suatu peristiwa. Tingkat kepercayaan dapat didasarkan pada pengetahuan sebelumnya tentang peristiwa tersebut seperti hasil percobaan sebelumnya, atau didasarkan pada keyakinan pribadi tentang peristiwa tersebut. Hal ini berbeda dari sejumlah interpretasi probabilitas lainnya, seperti interpretasi frekuensis yang memandang probabilitas sebagai batas frekuensi relatif dari suatu peristiwa setelah melakukan percobaan dalam jumlah yang besar.[1]

Metode statistika Bayes menggunakan teorema Bayes untuk menghitung dan memperbarui probabilitas setelah mendapatkan data baru. Teorema Bayes menggambarkan probabilitas bersyarat pada suatu peristiwa berdasarkan data serta informasi atau keyakinan sebelumnya tentang peristiwa, atau kondisi yang terkait dengan peristiwa tersebut. Misalnya saja dalam inferensi Bayes, teorema Bayes dapat digunakan untuk memperkirakan parameter distribusi probabilitas atau model statistikal. Karena statistika Bayes memperlakukan probabilitas sebagai tingkat kepercayaan, teorema Bayes dapat secara langsung menetapkan distribusi probabilitas yang mengkuantifikasi keyakinan pada suatu parameter atau serangkaian parameter.[1]

Statistika Bayes dinamai dari Thomas Bayes, yang merumuskan sebuah kasus spesifik teorema Bayes dalam makalahnya yang diterbitkan pada tahun 1763. Dari beberapa makalahnya sejak dari penghujung tahun 1700-an hingga awal tahun 1800-an, Pierre-Simon Laplace mengembangkan interpretasi Bayes tentang probabilitas lebih jauh lagi. Laplace menggunakan metode yang sekarang akan dianggap sebagai metode Bayes untuk menyelesaikan sejumlah masalah statistika. Banyak metode Bayes dikembangkan oleh penulis lainnya di kemudian hari, tetapi istilah tersebut jarang digunakan untuk menggambarkan metode seperti demikian sampai pada tahun 1950-an. Sepanjang abad ke-20, metode Bayes tidak disukai oleh banyak ahli statistika karena pertimbangan filosofis dan praktis. Itu karena banyak dari metode-metode Bayes yang membutuhkan banyak perhitungan untuk diselesaikan, sehingga sebagian besar metode yang banyak digunakan selama abad ini didasarkan pada interpretasi frekuensis. Namun, dengan munculnya komputer yang kuat dan algoritme baru seperti Markov chain Monte Carlo, penggunaan metode Bayes dalam statistika mengalami peningkatan di abad ke-21.[1][2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Gelman, Andrew; Carlin, John B.; Stern, Hal S.; Dunson, David B.; Vehtari, Aki; Rubin, Donald B. (2013). Bayesian Data Analysis, Third Edition. Chapman and Hall/CRC. ISBN 978-1-4398-4095-5.
  2. ↑ Fienberg, Stephen E. (2006). "When Did Bayesian Inference Become "Bayesian"?". Bayesian Analysis. 1 (1): 1–40.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan