Jumat, 30 Oktober 2026
02:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Sri Genthayu

Bagikan:

Sri Genthayu (Prabu Sri Genthayu) adalah salah satu tokoh dalam legenda rakyat Ponorogo. Nama Prabu Sri Genthayu sering dikaitkan dengan legenda Ponorogo beserta dengan Prabu Klonosewandono dan Dewi Songgolangit.[1] Dikisahkan Sri Genthayu merupakan raja di Kerajaan Kediri. Sri Genthayu memiliki nama lain Raja Lembu Amijaya. Prabu Sri Genthayu merupakan ayah dari Dewi Songgolangit. Dewi Songgolangit inilah yang nantinya akan menikah dengan Prabu Klonosewandono yang kisah keduanya menjadi kisah asal-usul tarian Reog Ponorogo.

Prabu Sri Genthayu (Raja Lembu Amijaya) merupakan putra bungsu dari Prabu Prawatasari. Prabu Prawatasari memiliki 5 orang anak laki-laki yaitu anak pertama: Prabu Hamongtani; anak kedua: Prabu Sandhanggarba; anak ketiga: Prabu Karunkala; anak keempat: Petungmalaras; anak kelima: Prabu Sri Genthayu. Prabu Hamongtani menjadi raja di kalangan petani. Sedangkan Prabu Sandhanggarba menjadi raja bagi kalangan pedagang dan bertahta di Jepara. Hingga saat ini Prabu Sandhanggarba masih menjadi tokoh yang dipuja di wilayah Jepara karena pengaruhnya di masa lalu.

Sepeninggal Prabu Prawatasari yang moksa, maka tahta kerajaan jatuh ke tangan Prabu Sri Genthayu.

Catatan kaki

  1. ↑ Suyami (1999). Babad Kadhiri. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan