Senin, 12 Oktober 2026
21:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Kuskus bohai

Kuskus bohai

Bagikan:
Kuskus bohai
250px-Spilocuscus_rufoniger_2012_stamp_of_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. rufoniger
Nama binomial
Spilocuscus rufoniger
(Zimara, 1937)
250px-Black-spotted_Cuscus_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Artikel takson sembarang

Kuskus bohai[2](Spilocuscus rufoniger) atau Kuskus tutul hitam[3] adalah spesies marsupial dari famili Phalangeridae. Kuskus tutul-hitam adalah kuskus terbesar di antara anggota familinya, hanya kalah dari Kuskus Beruang. Kuskus tutul-hitam terlihat mencolok dalam spesiesnya dengan warna bulu di bagian bawah tubuh berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan, berwarna karat mahkota dibagian tungkai, dan warna tutul hitam dibagian punggung. Kuskus tutul-hitam dapat ditemukan di hutan dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut di bagian Utara Pulau Papua.[1] Nama bohai diambil dari Bahasa Burmeso.[4]

Hewan ini terancam kepunahan, karena perburuan dan kehilangan habitatnya, dan telah hilang di hampir seluruh wilayah hidupnya. Keberadaan hewan ini berada pada keadaan bahaya menurut laporan dari International Union for Conservation of Nature.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Spilocuscus rufoniger". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 28 Desember 2008. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Database entry includes justification for why this species is listed as critically endangered
  2. ↑ Checklist of the mammals of Indonesia : Scientific, English, Indonesian name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation, third edition (PDF) (dalam bahasa Inggris). Bogor: LIPI. 2019. Diakses tanggal 2026-02-18.
  3. ↑ Balqis, Sintia Putri (2022-09-20). "7 Hewan Khas Papua yang Sudah Hampir Punah, Nomor 5 Disebut Titisan Surga". iNews.ID. Diakses tanggal 2026-03-19.
  4. ↑ "Nama Daerah Mamalia Indonesia" (PDF).


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan