Rabu, 14 Oktober 2026
08:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Kuskus scham-scham

Kuskus scham-scham

Bagikan:
Kuskus scham-scham
250px-Waigeou_Spotted_Cuscus_0A2A3370.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. papuensis
Nama binomial
Spilocuscus papuensis
(Desmarest, 1822)
250px-Waigeo_Cuscus_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Artikel takson sembarang

Kuskus scham-scham[2] (Spilocuscus papuensis) atau Kuskus waigeo[3] adalah spesies marsupial dari famili Phalangeridae. Kuskus waigeo adalah hewan endemik dari Pulau Waigeo,[1] sehingga dinamakan sebagai kuskus waigeo. Berbeda dengan anggota lain dari keluarga genus Spilocuscus, setiap jender berwarna keputih-putihan dengan tutul hitam. Kuskus waigeo masih sering dijumpai, tetapi di jangkauan tertentu telah terancam punah, karena perburuan dan kehilangan habitat.

Referensi

  1. 1 2 "Spilocuscus papuensis". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 28 Desember 2008. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Database entry includes justification for why this species is listed as vulnerable
  2. ↑ Checklist of the mammals of Indonesia : Scientific, English, Indonesian name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation, third edition (PDF) (dalam bahasa Inggris). Bogor: LIPI. 2019. Diakses tanggal 2026-02-18.
  3. ↑ "Kuskus Waigeo, Satwa Langka Bertutul Kebanggaan Papua Barat". Greeners.Co (dalam bahasa Inggris). 21 Mei 2021. Diakses tanggal 2026-03-18.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan