Minggu, 11 Oktober 2026
07:20 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Putri Tidur

Putri Tidur

Bagikan:
Sleeping_beauty_by_Edward_Burne-Jones.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Edward Burne-Jones melukis Putri Tidur.
Untuk kegunaan lain, lihat Putri Tidur (disambiguasi).

Putri Tidur (bahasa Prancis:La Belle au Bois dormant, bahasa Indonesia:Putri Tidur di Hutan) adalah cerita rakyat yang pertama kali dipublikasikan tahun 1697 oleh Charles Perrault, Contes de ma Mère l'Oye ("Mother Goose Tales").[1]

Kisah ini diadaptasi menjadi film Sleeping Beauty yang diproduksi oleh Disney.

Jalan Cerita

Pada suatu hari, disebuah perayaan pesta yang begitu meriah, datanglah peri-peri membawa hadiah berupa mantra untuk merayakan kelahiran sang putri raja. Raja dan Ratu begitu bahagia merayakan kelahiran putri pertama mereka, begitu juga dengan para rakyat dari peri. Semua Orang dari berbagai kalangan hadir dalam pesta tersebut. Namun, salah satu tamu istimewa tidak diundang. Tamu istimewa tersebut adalah Sang Peri Hitam dengan kekuatan sihirnya yang begitu besar, melebihi kekuatan peri-peri lainnya. Sang Peri Hitam tetap datang walaupun tak diundang, ia datang dengan penuh kemarahan terhadap raja dan keluargannya. Peri Hitam pun datang membawa hadiah yang buruk bagi sang putri. Peri hitam memberi mantra kutukan, bahwa sebelum matahari terbenam pada ulang tahunnya yang ke-16, sang Putri itu akan menusukkan jarinya pada jarum di sebuah mesin pemintal dan akan tertidur seperti orang mati.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sleeping Beauty.
Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:

Referensi

Artikel utama
Cerita terkenal
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik fantasi atau fiksi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan