Jumat, 23 Oktober 2026
08:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Skuadron Asia Timur

Skuadron Asia Timur

Bagikan:
250px-Ostasiengeschwader_Graf_Spee_in_Chile.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tiga kapal yang tergabung dalam Skuadron Asia Timur (di belakang, di bawah uap) meninggalkan pelabuhan Valparaiso di Chile, dengan kapal Chile di tengah-tengah.

Skuadron Asia Timur Jerman (bahasa Jerman: Kreuzergeschwader atau Ostasiengeschwader) adalah skuadron kapal penjelajah Angkatan Laut Kekaisaran Jerman yang beroperasi di Samudra Pasifik dari pertengahan tahun 1890-an hingga tahun 1914.

Pembentukan

Setelah meletusnya Perang Tiongkok-Jepang Pertama pada tahun 1894, Jerman kembali tertarik dengan wilayah Tiongkok. Dengan dukungan penuh dari Kaisar Wilhelm II, Jerman mendirikan Divisi Kapal Penjelajah Asia Timur (Kreuzerdivision in Ostasien) yang terdiri dari kapal penjelajah ringan SMS Irene dan tiga kapal kecil yang sudah tua di bawah kepemimpinan Laksamana Paul Hoffmann. Ia ditugaskan untuk melindungi kepentingan Jerman dan mencari tempat yang dapat dijadikan pangkalan Jerman di Tiongkok. Ia merasa bahwa armadanya tidak cukup untuk melaksanakan tugasnya dan ia meminta pengganti tiga kapal yang sudah tua. Permintaannya dikabulkan dan ia mendapatkan kapal fregat berperisai SMS Kaiser, kapal penjelajah ringan SMS Prinzess Wilhelm, dan kapal penjelajah kecil SMS Cormoran. Namun, ia tidak memiliki pangkalan, sehingga ia harus bergantung pada pangkalan Britania di Hong Kong, pangkalan Tiongkok di Shanghai, dan pangkalan Jepang di Nagasaki untuk memperoleh bantuan logistik dan teknis.

Jerman menawarkan untuk membeli kawasan Kiautschou dari Tiongkok, tetapi permintaan ini ditolak. Kemudian pembunuhan dua misionaris Jerman pada tanggal 1 November 1897 menjadi casus belli untuk mendaratkan pasukan pada tanggal 14 November 1897. Setelah ditandatanganinya Konvensi Peking pada 6 Maret 1898, Tiongkok menyewakan wilayah Kiautschou kepada Jerman selama 99 tahun. Pangkalan laut lalu didirikan di desa nelayan di Tsingtao.

Perang Dunia I

Pada tahun 1914, Skuadron Asia Timur terdiri dari enam kapal besar di bawah kepemimpinan Maximilian, Reichsgraf von Spee:

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Skuadron Asia Timur.
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan