Minggu, 27 September 2026
00:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Skolastisisme

Ada usul agar Filsafat barat era skolastik digabungkan ke artikel ini. (Diskusikan)

Skolastisisme adalah sebuah aliran filsafat di abad pertengahan yang menggunakan metode kritis dalam analisis filsafatnya dan didasarkan pada ajaran Gereja Katolik Roma. Skolastisisme mendominasi pengajaran di universitas-universitas pada abad pertengahan di Eropa dari sekitar tahun 1100 hingga 1700. Awalnya, skolastisisme berkembang di antara sekolah-sekolah monastik Kristen, yang belakangan menjadi pelopor bagi universitas-universitas di Eropa. Kebangkitan skolastisisme berkaitan erat dengan perkembangan sekolah-sekolah itu di Italia, Prancis, Spanyol, dan Inggris.

Skolastisisme memberi penekanan kuat pada penalaran dialektis untuk memperluas pengetahuan melalui inferensi serta untuk menyelesaikan kontradiksi. Pemikiran skolastik juga terkenal karena keketatan analisis konseptualnya dan ketelitian dalam mengemukakan perbedaan. Dalam pengajaran di kelas dan secara tertulis, skolastisisme sering kali hadir dalam bentuk perdebatan yang eksplisit. Sebuah topik dari kebiasaan masyarakat diangkat dalam bentuk pertanyaan, kemudian ditanggapi dengan oposisi, dan akhirnya argumen tandingan diusulkan untuk membantah oposisi. Karena penekanannya pada metode dialektika yang ketat, skolastisisme akhirnya diterapkan pada banyak bidang keilmuan.

Sebagai sebuah gerakan, skolastisisme mulai menjadi upaya para pemikir Kristen pada abad pertengahan untuk menyelaraskan berbagai otoritas tradisi mereka sendiri, dan untuk mendamaikan teologi Kristen dengan filsafat klasik seperti pemikiran Aristoteles dan Neoplatonisme.

Beberapa tokoh utama skolastisisme adalah Anselmus dari Canterbury, Petrus Abelardus, Alexander dari Hales, Albertus Magnus, John Duns Scotus, William dari Ockham, Bonaventura, dan Thomas Aquinas. Karya besar Aquinas, yaitu Summa Theologiae (1265–1274) dipandang sebagai puncak filsafat skolastik, abad pertengahan, dan Kristen. Aquinas mulai mengerjakan karyanya ketika masih menjadi pengajar di Santa Sabina di Roma, cikal bakal Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas. Perkembangan tradisi skolastik terus berjalan bahkan sesudah masa Aquinas, misalnya oleh Francisco Suárez dan Luis de Molina, serta di antara para pemikir Lutheran dan Reformed.

Etimologi

Istilah "skolastik" berasal dari bahasa Latin "scholasticus", bentuk Latin dari bahasa Yunani "scholastikos", yaitu sebuah kata sifat yang berasal dari kata "scholē" yang artinya "sekolah". "Scholasticus" berarti "dari atau berkaitan dengan sekolah".

Sejarah

Fondasi bagi skolastisisme Kristen diletakkan oleh Boethius melalui esai-esainya mengenai logika dan teologi. Awalnya, skolastisisme Kristen dipengaruhi oleh ilmu kalam dalam Islam dan Yahudi.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan