Minggu, 01 November 2026
02:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Siprus Britania

Siprus Britania

koloni Inggris dari 1878–1960

Bagikan:
Koloni Mahkota Siprus
(setelah 1922)
1878–1960
Bendera Siprus
250px-Flag_of_Cyprus_%281922%E2%80%931960%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atas: Bendera (1881–1922)
Bawah: Bendera (1922–1960)
Siprus pada tahun 1930-an di Eropa
Siprus pada tahun 1930-an di Eropa
StatusProtektorat (1878–1914)
Pendudukan militer (1914–1922)
Koloni Mahkota (1922–1960)
Ibu kotaNicosia
Bahasa umumInggris
PemerintahanKoloni mahkota
Penguasa monarki 
• 1878–1901
Ratu Victoria
• 1922–1936
George V
• 1952–1960
Elizabeth II
Komisioner Tinggi/Gubernur 
• 1878–1879
Garnet Wolseley
• 1918–1926
Sir Malcolm Stevenson
• 1957–1960
Sir Hugh Foot
Sejarah 
4 Juni 1878
16 Agustus 1960
Area
19249.272 km2 (3.580 sq mi)
Populasi
• 1924
310.709
• 1955
529.972[1]
• 1960
572.930[1]
Kode ISO 3166CY
Didahului olehDigantikan oleh
Siprus Utsmaniyah
Siprus
Akrotiri dan Dhekelia
Sekarang bagian dari Akrotiri dan Dhekelia
 Siprus
 Siprus Utara
Sumber populasi dan luas tahun 1924:[2]

Siprus Britania adalah suatu periode ketika pulau Siprus dikuasai oleh Imperium Britania. Pada awalnya pulau ini berstatus sebagai protektorat dari tahun 1878 hingga 1914. Militer Britania kemudian menduduki pulau ini dari tahun 1914 hingga 1922. Status pulau ini lalu diganti menjadi koloni mahkota dari tahun 1922 hingga 1960.

Sejarah

Sebelumnya, Siprus merupakan wilayah Kesultanan Utsmaniyah. Utsmaniyah merebut pulau tersebut dari Republik Venesia pada tahun 1570-71. Setelah berakhirnya Perang Rusia-Turki (1877–1878), Britania menjadi "pelindung" pulau Siprus seperti yang diatur oleh Konvensi Siprus yang ditandatangani pada tanggal 4 Juni 1878. Siprus kemudian diproklamirkan sebagai sebuah protektorat di bawah kekuasaan Imperium Britania. Status protektorat diakhiri oleh pendudukan militer Britania pada tahun 1914 karena Kesultanan Utsmaniyah telah bergabung dengan Blok Poros yang merupakan musuh Britania selama Perang Dunia I. Britania lalu menyatakan bahwa pulau Siprus secara resmi telah dianeksasi. Pulau ini baru dijadikan koloni mahkota satu dasawarsa kemudian pada tahun 1925 setelah aneksasi Siprus diakui oleh Perjanjian Sèvres pada tahun 1920 dan oleh Perjanjian Lausanne pada tahun 1923.

Seusai Perang Dunia II, Raja Paul dari Yunani pada tahun 1948 menyatakan bahwa rakyat Siprus ingin bersatu dengan Yunani. Sebuah referendum diadakan oleh Gereja Ortodoks Siprus pada tahun 1950, dan hasilnya 97% orang Yunani Siprus ingin bergabung dengan Yunani. Isu enosis lalu menjadi isu internasional yang dibahas di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Akibat hasrat untuk merdeka dan bergabung dengan Yunani, terjadilah pemberontakan yang dilancarkan oleh kelompok nasionalis yang disebut EOKA. Britania kemudian melancarkan aksi militer di Siprus dari tahun 1955 hingga 1959, dan peristiwa ini disebut Kedaruratan Siprus. Konflik berakhir setelah Perjanjian London dan Zurich ditandatangani pada tanggal 19 Februari 1959. Perjanjian ini memulai proses perumusan konstitusi negara Siprus yang merdeka. Britania Raya lalu memberikan kemerdekaan kepada Siprus pada tanggal 16 Agustus 1960, sehingga Siprus menjadi negara anggota PBB ke-99 pada tahun 1961. Namun, Britania masih dapat menguasai pangkalan militer di Akrotiri dan Dhekelia.

Referensi

  1. 1 2 "Cyprus Population". Worldometers. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "The British Empire in 1924". The British Empire. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cyprus under British rule.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan