Rabu, 14 Oktober 2026
02:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Singa berber

Singa berber

Subspesies singa di wilayah Maroko dan Aljazair yang telah punah.

Bagikan:
Singa berber
Singa berber di Algeria, 1893
Singa berber di Algeria, 1893[1]
Klasifikasi ilmiahSunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Subordo: Feliformia
Famili: Felidae
Subfamili: Pantherinae
Genus: Panthera
Spesies: P. leo
Subspesies: P. l. leo
Populasi: †Singa berber

Singa berber (Panthera leo leo), atau dikenal juga dengan nama singa atlas atau singa nubia, adalah subspesies dari singa yang telah punah di alam liar sekitar abad ke-20. Singa berber dulunya berhabitat di Afrika Utara, dari Moroko sampai Mesir. Singa berber terakhir yang sempat terekam di alam bebas adalah pada tahun 1992 di Pegunungan Atlas. Sisa singa berber yang tersisa hanya dapat ditemui di kebun binatang dan sirkus.[2]

Singa berber sering dianggap sebagai subspesies singa terbesar dan terberat, dengan perkiran berat dari jantan adalah 180 sampai 270 kilogram dan untuk betina adalah 120 sampai 180 kilogram. Dua predator utama Afrika Utara lainnya, beruang atlas telah punah dan macan tutul berber yang keberadaannya hampir punah.[3]

Sumber referensi

  1. ↑ Pease, A. E. (1913). "The Distribution of Lions". The Book of the Lion. London: John Murray. hlm. 109−147.
  2. ↑ Nowell K, Jackson P, ed. (1996). "Panthera Leo". Wild Cats: Status Survey and Conservation Action Plan (PDF). Gland, Switzerland: IUCN/SSC Cat Specialist Group. hlm. 17–21. ISBN 2-8317-0045-0.
  3. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-04. Diakses tanggal 2011-09-22.


Ikon rintisan

Artikel bertopik felidae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan