Sabtu, 10 Oktober 2026
04:44 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Sinema paralel

Sinema paralel

Bagikan:
250px-Kunku_1937.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adegan dari film Marathi Kunku yang juga dirilis dalam bahasa Hindi dengan judul Duniya Na Mane, menampilkan aktris Shanta Apte.

Sinema Paralel adalah sebuah gerakan film di perfilman India yang berasal dari negara bagian Benggala Barat pada 1950-an sebagai sebuah alternatif dari sinema komersial India arus utama.

Terinspirasi oleh Neorealisme Italia, Sinema Paralel dimulai tepat sebelum Gelombang Baru Prancis dan Gelombang Baru Jepang, dan merupakan pendahulu Gelombang Baru India 1960-an. Gerakan tersebut awalnya dipimpin oleh perfilman Bengali dan menghasilkan pembuat film yang diakui secara internasional seperti Satyajit Ray, Mrinal Sen, Ritwik Ghatak, Tapan Sinha dan lainnya. Sinema tersebut kemudian menjadi terkenal di industri perfilman lain di India dan Bangladesh.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan