Senin, 19 Oktober 2026
14:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Sindrom Horner

Sindrom Horner

Bagikan:
Sindrom Horner
Nama lainSindrom Bernard-Horner (BH), palsi okulosimpatetik
250px-Miosis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sindrom Horner sisi tubuh sebelah kiri
SpesialisasiNeurologi Sunting ini di Wikidata

Sindrom Horner adalah sekumpulan gejala akibat kerusakan pada jalur saraf dari otak ke wajah. Sindrom ini dapat terjadi akibat penyakit lain atau malah tidak diketahui penyebabnya.[1]

Sindrom Horner ditandai dengan mengecilnya salah satu pupil mata dan terkulainya salah satu kelopak mata (ptosis). Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang serius.[1][2]

Sindrom Horner disebabkan oleh kerusakan pada rangkaian sistem saraf simpatis yang terhubung dari otak ke wajah dan mata. Sistem saraf ini berperan dalam mengatur denyut jantung, ukuran pupil mata, tekanan darah, dan keluarnya keringat.[1][3]

Gejala sindrom Horner umumnya hanya memengaruhi salah satu sisi wajah penderitanya. Beberapa gejala dan tanda dari sindrom Horner adalah:

  • Ukuran kedua pupil mata yang terlihat berbeda, salah satunya sangat kecil (miosis)
  • Kelopak mata bagian atas terkulai (ptosis)
  • Salah satu kelopak mata bagian bawah sedikit naik (inverse ptosis)
  • Pupil terlambat atau tidak melebar ketika berada di ruangan yang kondisi cahayanya kurang
  • Wajah hanya sedikit mengeluarkan keringat atau tidak sama sekali
  • Mata terlihat sayu dan memerah[4]

Gejala sindrom Horner pada penderita dewasa dan anak-anak umumnya serupa. Hanya saja, orang dewasa yang menderita sindrom Horner biasanya merasakan nyeri atau sakit kepala. Sedangkan pada penderita usia di bawah 2 tahun, ada beberapa gejala tambahan, yaitu:

  • Warna iris lebih pucat di salah satu sisi mata
  • Bagian wajah yang terkena sindrom Horner tidak kemerahan (flushing) bila terkena terik matahari, melakukan latihan fisik, atau ketika sedang emosi.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Sindrom Horner". Alodokter. 2016-11-02. Diakses tanggal 2022-02-08.
  2. ↑ "Horner syndrome - Symptoms and causes". Mayo Clinic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-08.
  3. ↑ Bardorf, Christopher M. (2021-10-29). "Horner Syndrome: Overview, Anatomy, Pathophysiology". Ophtalmology.
  4. ↑ Khan, Zalan; Bollu, Pradeep C. (2022). Horner Syndrome. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 29763176.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan