Minggu, 08 November 2026
12:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Simon Tasi

Simon Tasi

Bagikan:
250px-Simon-Maccabaeus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simon, pada Promptuarii Iconum Insigniorum karya Guillaume Rouillé
250px-Judea_Simon_Makk.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerajaan Hasmonea di bawah Simon Makabe
  situasi tahun 143 SM
  daerah yang dikuasai

Simon Tasi (juga disebut sebagai Simon Makabe, Ibrani: שמעון התסישמעון התסיIbrani: שמעון התסי Šiməōn HaṮasī; meninggal 135 SM) adalah putra kedua Matatias dan dengan demikian anggota keluarga Hasmonea. Nama "Tasi" memiliki konotasi "Orang Bijak", sebuah gelar yang juga dapat berarti "Direktur", "Pemandu", "Pria Penasihat", dan "Orang yang Bersemangat".[1][2]

Riwayat

Ia mengambil bagian penting dalam pemberontakan orang Yahudi melawan Kekaisaran Seleukia yang dipimpin oleh saudara-saudaranya, Yudas Makabe dan Yonatan Apfus. Keberhasilan orang-orang Yahudi menjadikan para pemegang takhta Suriah harus menunjukkan perhatian khusus kepada mereka, dan oleh karena itu Antiokhos VI. mengangkat Simon sebagai strategus, atau komandan militer, untuk wilayah pantai dari Ladder di Tirus sampai ke Mesir. Sebagai strategus, Simon menaklukkan kota-kota Beth-zur dan Yope, menempatkan pasukan Yahudi di sana, dan membangun benteng Adida di dataran[3]

Pemimpin orang Yahudi

Setelah penangkapan Yonatan, Simon terpilih sebagai pemimpin oleh umat yang berkumpul di Yerusalem; ia segera melengkapi fortifikasi ibu kota, dan membuat Yope aman dengan mengusir penduduk bukan-Yahudi dan mengisinya dengan orang-orang Yahudi. (1 Makabe 13:8-13:11[4]); (Yosefus, Antiq. Bk 13 Ch 6:4[5])

Di Hadid dia memblokir gerak maju Trypho yang licin, yang mencoba untuk memasuki negara itu dan merebut takhta Suriah. Karena Trypho tidak bisa mendapatkan apa-apa dengan paksa, ia menuntut uang tebusan untuk Yonatan dan penyerahan para putra Yonatan sebagai sandera. Meskipun Simon menyadari sepenuhnya Trypho akan menipunya, ia mengabulkan tuntutan itu, sehingga orang-orang dapat melihat bahwa ia telah melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk saudaranya. Yonatan tetap saja dibunuh, dan para sandera itu tidak dikembalikan. Simon menjadi satu-satunya pemimpin umat.

Sebagai lawan Trypho, Simon memiliki alasan kuat untuk berpihak pada Demetrios II., kepada siapa dia mengirim utusan meminta kebebasan pajak bagi negaranya. Fakta bahwa permintaan itu dikabulkan menyiratkan pengakuan kemerdekaan politik Yudea.

Ia menjadi pangeran pertama Dinasti Hashmonayim Ibrani. Ia memerintah dari tahun 142 SM sampai 135 SM.

Dinasti Hashmonayim ini didirikan dengan sebuah resolusi, yang diadopsi pada tahun 141 SM, pada perkumpulan besar "para imam dan umat dan para tua-tua negeri itu, yang menyatakan bahwa Simon harus menjadi pemimpin mereka dan Imam Besar selama-lamanya, sampai munculnya seorang nabi yang setia".(1 Makabe 14:41[6]) Pengakuan dinasti baru ini oleh Republik Romawi diberikan oleh Senat sekitar tahun 139 SM, ketika delegasi dari Simon berada di Roma. Simon membuat orang-orang Yahudi semi-independen dari Kekaisaran Seleukia.

Kematian

Pada bulan Februari 135 SM, ia dibunuh atas dorongan menantu laki-lakinya sekaligus saingannya Ptolemy, putra Abubus.[7] Simon digantikan oleh putra ketiganya, Yohanes Hyrkanos, karena dua saudara laki-lakinya, Matatias dan Yehuda, telah dibunuh bersama-sama dengan ayah mereka.

Silsilah

Matatias
Yohanes GadiSimon TasiEleazar AvaranYudas MakabeYonatan Apfus
YudasMatatiasYohanes Hirkanus
Aristobulus IAntigonusAleksander YaneusSalome Aleksandra
Aristobulus IIHirkanus II
AntigonusAleksanderAleksandra
Aristobulus IIIHerodes IMariamne

Lihat pula

Simon Tasi
Meninggal: 135 SM
Jabatan Yahudi
Didahului oleh:
Yonatan Apfus
Pemimpin kaum Makabe
142 SM – 135 SM
Diteruskan oleh:
Yohanes HyrkanosI
Imam Besar Yudea
142 SM – 135 SM
Jabatan baru
Dinyatakan
sebagai Penguasa
Pangeran Yudea
141 SM – 135 SM

Referensi

  1. ↑ http://net.bible.org/dictionary.php?word=Thassi[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ "The Story of Chanukah". www.chabad.org. Diakses tanggal 2016-12-11.
  3. ↑ "Simon Maccabeus", Jewish Encyclopedia
  4. ↑ 1 Maccabees:13:8-13:11-NRSV
  5. ↑ Josephus, Antiquities of the Jews Bk13 Ch6:4
  6. ↑ 1 Maccabees:14:41-NRSV
  7. ↑ Rogerson, J. W. (2006). The Oxford Handbook of Biblical Studies. OUP Oxford. hlm. 292. ISBN 9780199254255. Simon Maccabee was killed by a Jewish rival in 135 bce, the last of the Maccabees to 'die with his boots on', and his son John Hyrcanus (I) took over. Under Hyrcanus (135–104 bce) Jewish independence was finally achieved
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan